Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Hendak Diberi Bubur, Seorang Wakar di Samarinda Malah Ditemukan Tak Bernyawa di Pos Ronda

Seorang laki-laki paruh baya mendadak ditemukan tidak bernyawa di Pos Ronda Jalan Jakarta II, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarin

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
HO/ INAFIS SATRESKRIM POLRESTA SAMARINDA
Jasad Komari (54) dievakuasi oleh Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda bersama relawan Inafis beserta PMI, Kamis (13/1/2022) petang. HO/ INAFIS SATRESKRIM POLRESTA SAMARINDA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seorang laki-laki paruh baya mendadak ditemukan tidak bernyawa di Pos Ronda Jalan Jakarta II, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kamis (13/1/2021) petang.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Andika Dharma Sena melalui Kasubnit Inafis Aiptu Harry Cahyadi menerangkan, dari keterangan Arham (57) warga sekitar, korban yang diketahui bernama Komari (54) merupakan wakar penjaga malam di lokasi tersebut.

Sekitar pukul 15.40 WITA, dirinya bersama Fatma (42) hendak memberikan bubur untuk korban.

Namun, dari kejauhan ia melihat korban sudah terbaring tak sadarkan diri.

Merasa takut, mereka pun memanggil rekan lainnya, yakni Rojak (61) yang akhirnya memeriksa kondisi korban.

Baca juga: Sempat Dikira Boneka, Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Pelabuhan Samarinda

Baca juga: Penemuan Jasad Wanita di Pantai Sepinggan Raya tak Punya Riwayat Penyakit

"Jadi pas mereka sudah memeriksa, diketahui korban sudah tidak bernyawa. Ketua RT setempat langsung melaporkan kepada Polsek Palaran," jelas Aiptu Harry Cahyadi kepada TribunKaltim.co, Jumat (14/1/2022).

Sementara dari hasil olah TKP awal, lanjutnya, korban sempat muntah darah namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh.

Pihaknya pun langsung membawa jasad korban ke RSUD AW Syahranie Samarinda guna dilakukan visum dan mengamankan barang bukti berupa kartu identitas dan 1 unit telepon seluler milik korban.

"Hasil visumnya sudah keluar dan korban dinyatakan meninggal dunia karena sakit," beber Aiptu Harry Cahyadi.

Baca juga: 5 Jam Kritis, Penagih Utang yang Jadi Korban Pembacokan di Tenggarong Akhirnya Meninggal Dunia

"Dan memang dari keterangan rekan-rekannya, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asam urat," ujarnya.

Saat ini, jenazah korban pun sudah diambil oleh pihak keluarga untuk dikebumikan. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved