Apa Itu Nilai Tukar dan Kenapa Dollar AS Jadi Patokan? Cek Sejarah dan 10 Mata Uang Terendah di 2021

Sudah tahu apa itu nilai tukar mata uang, bagaimana sejarah dan mata uang mana saja yang terendah di tahun 2021? simak ulasannya di sini. 

Editor: Doan Pardede
Warta Kota/henry lopulalan
Suasana penukaran uang di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2015). Dolar menguat dari rupiah dan menembus 14.000 Rupiah per-dolar. Sudah tahu apa itu nilai tukar mata uang, bagaimana sejarah dan mata uang mana saja yang terendah di tahun 2021? simak ulasannya di sini.  

TRIBUNKALTIM.CO - Teman-teman sudah tahu apa itu nilai tukar mata uang, bagaimana sejarah dan mata uang mana saja yang terendah di tahun 2021? simak ulasannya di sini. 

Seperti diketahui,berbagai transaksi ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat saat ini, sebagian besar menggunakan uang sebagai alat pembayarannya.

Penggunaan uang dalam transaksi ekonomi tidak hanya dilakukan antarpenduduk, melainkan juga dilakukan antara penduduk negara satu dengan negara lain menggunakan mata uang yang telah disepakati.

Penggunaan uang antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain biasanya dilakukan untuk transaksi pembayaran impor maupun ekspor barang dan jasa.

Baca juga: Terungkap Fakta Unik! Manusia Ternyata Punya Organ Sepanjang 100 Ribu Kilometer, Kenali Fungsinya

Dengan adanya kegiatan ekspor dan impor, seperti dilansir Kompas.com , masing-masing negara tentu akan menghadapi permasalahan mengenai alat pembayaran yang digunakan dalam transaksi kedua kegiatan tersebut.

Permasalahan itu di antaranya: Mata uang yang digunakan apakah mata uang asing atau mata uang masing-masing negara.

Berapa besar nilai suatu transaksi apabila ditetapkan dalam mata uang asing.

Kedua masalah tersebut berhubungan dengan mata uang suatu negara dengan negara lainnya.

Masalah mata uang suatu negara dengan negara lainnya umumnya dikenal dengan permasalahan nilai tukar.

Nilai tukar

Dilansir dari buku Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar (2004) karya Iskandar Simorangkir dan Suseno, nilai tukar mata uang adalah harga satu unit mata uang asing dalam mata uang domestik atau harga mata uang domestik terhadap mata uang asing.

Nilai tukar mata uang disebut juga sebagai kurs.

Misalnya, nilai tukar (NT) rupiah terhadap dollar amerika (AS) adalah harga 1 dollar AS dalam rupiah (Rp), bisa juga diartikan sebaliknya yaitu harga Rp 1 terhadap 1 dollar AS.

Nilai tukar memiliki sifat fluktuatif, artinya nilai tukar bisa mengalami kenaikan dan penurunan sehingga memungkinkan terjadinya hal-hal berikut:

Depresiasi

Dilansir dari buku Kamus Lengkap Istilah Ekonomi (2020) karya Tim Panca Aksara, depresiasi adalah penurunan nilai suatu mata uang terhadap mata uang asing dalam sistem nilai tukar.

Apresiasi Apresiasi adalah menguatnya nilai suatu mata uang terhadap mata uang asing dalam sistem nilai tukar.

Devaluasi Devaluasi adalah kebijakan suatu negara untuk menurunkan nilai mata uangnya terhadap mata uang asing.

Baca juga: Unik! Terungkap Alasan Kenapa Mobil Presiden dan Pengawalnya Kebanyakan Berwarna Hitam

Revaluasi

Revaluasi adalah kebijakan suatu negara untuk menaikkan nilai mata uangnya terhadap mata uang asing.

Sejarah sistem nilai tukar

Sistem nilai tukar yang digunakan oleh negara-negara di dunia memiliki sejarah yang cukup panjang.

Awal munculnya sistem moneter internasional modern pada abad ke-19, beberapa negara menggunakan sistem nilai tukar tetap dengan mengacu kepada standar emas (gold standard).

Sistem tersebut tidak bertahan lama, tahun 1944 negara-negara di dunia mulai beralih menggunakan sistem nilai tukar tetap atau disebut dengan sistem Bretton Woods.

Dalam sistem Bretton Woods, Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara yang mengaitkan mata uangnya secara tetap dengan emas.

Artinya, Amerika Serikat merupakan pondasi utama dari sistem ini dengan menetapkan secara tetap nilai USD terhadap emas.

Namun, sistem Bretton Woods juga tidak bertahan lama.

Awal tahun 1970-an kepercayaan masyarakat terhadap sistem Bretton Woods semakin berkurang.

Baca juga: Kenapa Bisa Tetap Berdetak Walau Orangnya Tak Sadar? Inilah 5 Fakta Unik Jantung Manusia

Akhirnya pada tahun 1973, setiap negara diberikan kebebasan untuk menentukan sistem nilai tukar yang digunakan.

Saat ini ada tiga jenis sistem nilai tukar yang digunakan negara-negara di dunia, yaitu sistem nilai tukar tetap, sistem nilai tukar mengambang, dan sistem nilai tukar fixed but adjustable rate (FBAR).

Peringkat 10 Mata Uang Terendah di Dunia 2021 

Mengutip Kompas.com , tinggi rendahnya nilai tukar mata uang dipengaruhi banyak faktor.

Itu sebabnya, semakin maju suatu negara, tidak menjamin nilai tukar uangnya semakin tinggi.

Nilai tukar mata uang merupakan nilai yang fluktuatif dan dipengaruhi banyak faktor ekonomi seperti permintaan dan penawaran, serta sentimen pasar. Mata uang terendah di dunia, saat ini didominasi oleh negara-negara dari Asia dan Afrika.

Salah satu penyebabnya adalah krisis ekonomi yang melanda negara-negara tersebut sejak beberapa tahun terakhir.

Berikut ini daftar 10 mata uang paling rendah di dunia tahun 2021 seperti dilansir dari Saudiscoop.com :

1. Bolivar

Venezuela Di posisi pertama mata uang terendah di dunia adalah bolivar Venezuela.

Negara yang terletak di ujung utara wilayah Amerika Selatan memang sudah beberapa kali mengalami inflasi.

Sebelumnya, mata uang bolivar menggunakan kode VEF, namun sekarang diganti menjadi VES setelah Venezuela melakukan redenominasi pada 1 Oktober 2021.

1 dollar AS kurang lebih setara dengan 441.700 bolívar.

2. Rial

Iran Rial Iran menempati peringkat kedua sebagai mata uang terendah di dunia 2021.

Kejatuhan ekonominya dimulai sejak 1979 setelah Revolusi Islam Iran, sehingga menyebabkan banyak bisnis meninggalkan Negara itu karena ketidakpastian.

Sejak itu, Iran telah menghadapi kejatuhan lebih lanjut dalam perang Iran-Irak dan sanksi nuklir.

Sanksi dicabut sebentar pada tahun 2016 tetapi diberlakukan kembali dengan lebih keras pada tahun 2018.

Kemudian berlaku lagi pada tahun 2020.

Untuk 1 dollar AS, setara dengan 42.250 rial.

Adapun kode mata uang rial Iran adalah IRR.

3. Dong

Vietnam Dong Vietnam menempati peringkat ketiga sebagai mata uang terendah di dunia 2021.

Vietnam saat ini termasuk negara termiskin di dunia.

Namun, para pakar ekonomi terkemuka meyakinkan bahwa Vietnam berada di jalur yang benar dan akan segera menyusul negara-negara lain di Asia Tenggara.

Saat ini, 1 dollar AS nilainya setara dengan 22.693 dong Vietnam.

Kode mata uang dong Vietnam adalah VND.

4. Rupiah Indonesia

Di posisi keempat mata uang terendah di dunia 2021 adalah rupiah Indonesia.

Padahal Indonesia adalah salah satu negara kaya dari Asia Tenggara.

Meski ekonomi Indonesia tergolong stabil, namun nilai tukar rupiah masih sangat rendah.

Otoritas pengatur telah mencoba untuk memperbaikinya dengan mengeluarkan uang kertas baru pecahan Rp 1.000 hingga Rp 100.000 untuk menggantikan uang kertas lama tetapi tidak berhasil.

Rupiah Indonesia masih menjadi salah satu mata uang terendah dan berharap untuk segera naik.

Kode mata uang rupiah Indonesia adalah IDR. Saat ini 1 dollar AS setara dengan Rp 14.526.

5. Som Uzbekistan

Negara Asia Tengah, Uzbekistan, menempati urutan kelima dalam daftar mata uang terendah di dunia.

Uzbekistan sendiri adalah Negara yang tidak terlalu kaya.

Namun, pada tahun 2018, banyak langkah regulasi diambil untuk mengangkat Som Uzbekistan dalam ekonomi global.

Meskipun sedikit berhasil dalam membantu pertumbuhan ekonomi, Uzbekistan masih memiliki jalan panjang untuk bersaing secara setara di pasar global.

Kode mata uang som Uzbekistan adalah UZS.

Saat ini, 1 dollar AS setara dengan 10.779.36 UZS

6. Leone Sierra

Leone Sierra Leone adalah salah satu negara termiskin di Afrika.

Leone Sierra Leone masuk dalam daftar mata uang terendah di dunia 2021.

Keributan sipil, perang, dan virus Ebola yang berulang membuat negara ini tidak fokus pada kemakmuran ekonomi. Belum lagi ditambah dengan pandemi Covid-19, membuat keadaan Negara ini menjadi lebih buruk.

Hal ini berkontribusi pada melemahnya nilai tukar Leone Sierra Leone.

Kode mata uang Sierra Leone Leone adalah SLL.

Saat ini 1 dollar AS setara dengan 11.122.00 SLL.

7. Franc Guinea

Afrika penuh dengan mineral yang sangat berharga, terutama di Guinea.

Namun, Negara ini masuk posisi ketujuh mata uang terendah di dunia.

Tingkat kemiskinan yang tinggi, masalah geng, dan inflasi, membuat Negara ini menjadi salah satu yang termiskin di dunia.

Kode mata uang franc Guinea adalah GNF.

Saat ini, 1 dollar AS setara dengan 9.512,22 GNF.

8. Kip Laos

Kip Laos, milik Laos di Asia Tenggara, jarang ditemukan.

Ini karena Kip Laos adalah satu-satunya mata uang terendah di dunia yang tidak mengalami devaluasi.

Kip Laos telah diterbitkan dengan harga yang sangat rendah kepada masyarakat pada masa kemerdekaannya tahun 1953.

Namun nilai mata uang ini terus meningkat secara bertahap. Kode mata uang kip Laos adalah LAK.

Saat ini, 1 dollar AS setara dengan 10.850.52 LAK.

9. Guarani Paraguay

Negara ini menempati posisi kesembilan mata uang terendah di dunia.

Meski negara ini dikenal sebagai pengekspor kedelai dan kapas, namun pendapatan yang diperoleh dari ekspor ini hampir tidak cukup untuk menutupi tingginya biaya impornya.

Kode mata uang guarani Paraguay adalah PYG.

Saat ini, 1 dollar AS setara dengan 6.831,49 PYG.

10. Riel Kamboja

Di posisi kesepuluh ada riel Kamboja yang termasuk mata uang terendah di dunia 2021.

Riel Kamboja bahkan tidak populer di kalangan orang Kamboja.

Penduduk setempat lebih suka melakukan pembayaran menggunakan dollar AS dan mata uang lain yang lebih kuat, sehingga mata uang tersebut semakin terdevaluasi.

Kode mata uang riel Kamboja adalah KHR.

Saat ini 1 dollar AS setara dengan 4.069.16 KHR.

Mengapa Dollar AS Digunakan Sebagai Mata Uang Dunia?

Apakah Anda pensaran mengapa dollar jadi mata uang dunia dan digunakan di banyak negara di dunia?

Sejarah penggunaan dollar AS di banyak negara di dunia, serta menjadi mata uang cadangan negara-negara di dunia di mulai dari kelahiran mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

Dilansir dari Investopedia, Senin (22/11/2021), dollar AS pertama kali dicetak pada tahun 1914.

Pencetakan uang dollar AS dilakukan setahun setelah pembentukan Federal Reserve (The Fed) sebagai bank sentral yang pendiriannya berdasarkan Undang-Undang Federal Reserve tahun 1913.

Uang pertama yang dicetak yakni uang dengan denominasi 10 dolar AS dengan gambar wajah Andrew Jackson.

Menurut Investopedia, sejarah dollar AS menjadi mata uang cadangan dunia di mulai tiga dekade setelah pencetakan uang tersebut pertama kalinya di 1914.

Untuk memahami lebih lanjut sejarah dollar AS dan alasan dollar AS menjadi mata uang dunia, simak penjelasan berikut.

Sejarah Dollar AS Jadi Mata Uang Dunia Undang-undang pembentukan The Fed merupakan respon atas ketidakpastian dari sistem mata uang yang sebelumnya berdasarkan uang terbitan perbankan secara individual.

Di saat yang bersamaan, ekonomi Amerika Serikat kala itu adalah yang terkuat di dunia, melampaui Inggris.

Meski demikian perdagangan dunia masih berpusat di Inggris, sebagian besar transaksi pun masih menggunakan mata uang Inggris, pound sterling.

Sebagian negara maju menyimpan cadangan dalam bentuk emas untuk melakukan stabilisasi atas mata uang mereka.

Namun demikian, ketika perang Dunia I pecah di tahun 1914, banyak negara yang meninggalkan standar emas sehingga mereka dapat membayar belanja militer dengan uang kertas, yang mendevaluasi mata uang mereka.

Namun demikian, Inggris tetap menggunakan standar emas untuk menjaga posisi mereka sebagai mata uang yang kala itu memimpin dunia.

Oleh sebab itu, selama tiga tahun perang, Inggris untuk pertama kalinya harus meminjam uang.

Amerika Serikat pun menjadi debitur dari banyak negara yang yang ingin membeli obligasi berdenominasi dollar AS.

Hingga akhirnya, Inggris meninggalkan standar emas di tahun 1931, yang menyebabkan banyak pedagang dunia yang menggunakan pounds menjadi kewalahan.

Sejak saat itu, dollar menggantikan pound sebagai mata uang cadangan internasional.

Dilansir dari The Balance, Perjanjian Bretton Woods di tahun 1944 menjadi awal mula dollar AS berada di posisi saat ini.

Sebelumnya, banyak negara di dunia menggunakan emas sebagai sentar simpanan sebuah negara.

Negara-negara maju bertemu di Bretton Woods, New Hampshire, untuk mematok nilai tukar mereka kepada dollar AS lantaran Amerika Serikat adalah negara yang memegang cadangan emas terbesar di masa itu.

Perjanjian ini mengizinkan negara-negara untuk mematok nilai tukar mereka dengan dollar AS ketimbang emas.

Lantaran membutuhkan tempat untuk menyimpan dollar AS mereka, banyak negara yang mulai membeli obligasi pemerintah Amerika Serikat yang menurut mereka adalah cara aman menyimpan uang.

Dollar AS di Masa Kini

Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF), dollar AS adalah mata uang paling populer di dunia.

Hingga kuartal-IV 2020 lalu, bank sentral di dunia menyimpan cadangan mereka sebanyak 59 persen dalam dollar AS.

Banyak dari cadangan ini berbentuk tunai atau obligasi seperti US Treasuries.

Utang dalam bentuk dollar As di luar Amerika Serikat pun terus tumbuh, bahkan mencapai 12,6 triliun dollar AS pada pertengahan tahun 2020 lalu.

Meski banyak pihak percaya dollar AS adalah mata uang terkuat di dunia, dollar AS menduduki posisi ke-10 mata uang terkuat di dunia menurut CMC Market.

CMC Market menyebut, dinar Kuwait adalah mata uang terkuat di dunia dengan pound sterling Inggris dan euro menempati posisi ke-5 dan ke-8.

(*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved