Berita Samarinda Terkini

Perkelahian Pelajar SMP di Samarinda Hebohkan Dunia Maya, Kedua Pihak Berdamai

Sempat beredar video pengeroyokan terhadap salah seorang pelajar di Kota Samarinda, Jumat ( 21/1/2022)

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Proses mediasi antar pelajar SMP Negeri 10 Samarinda yang sempat terlibat perkelahian yang ditengahi oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, Samapta, pihak sekolah dan orangtua pelajar masing-masing, Jumat (21/1/2022) sore ini.TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Sempat beredar video pengeroyokan terhadap salah seorang pelajar di Kota Samarinda, Jumat ( 21/1/2022).

Setelah didalami, keributan tersebut terjadi antar Pelajar SMP Negeri 10 Samarinda yang berada di Jalan Untung Suropati, Nomor 1, Kelurahan Karang Asam Ulu Kecamatan Sungai Kunjang.

Dalam video tersebut, sejumlah anak berseragam baju olahraga berwarna hijau terlibat perkelahian ,yang menjadikan salah seorang pelajar berkaos hitam menjadi bulan-bulanan rekannya.

Setelahnya, muncul video asal muasal pengeroyokan tersebut.

Di mana pelajar berkaos hitam tersebut nampak berlaku keras terhadap seorang rekan perempuannya.

Polresta Samarinda dan pihak sekolah tidak tinggal diam dengan perkelahian yang melibatkan kelas 8 dan 9 tersebut.

Baca juga: Pihak Sekolah dari Pelajar yang Terlibat Perkelahian di Palaran Samarinda akan Beri Pembinaan

Baca juga: Polisi Sebut Penyebab Perkelahian Antar Pelajar di Palaran Samarinda Karena Kesalahpahaman

Baca juga: Arya Saloka Unggah Foto Perkelahian di Instagram, Fans Ikatan Cinta Ramai Minta Bantuan Eza Yayang

Dijembatani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Samarinda, para pelajar yang terlibat ini pun dimediasi dan diberi pemahaman.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kanit PPA Iptu Teguh Wibowo menerangkan bahwa, bersama pihak sekolah, sore ini sudah memanggil para pelajar beserta orangtua masing-masing.

"Mediasi ini perlu untuk mencari jalan tengah atas permasalahan antar pelajar ini," ujar Iptu Teguh Wibowo saat dikonfirmasi TribunKaltim.Co.

Ia menjelaskan, permasalahan awal dimulai dari saat anak-anak tersebut bermain basket.

Anak berkaos hitam yang menjadi bulan-bulanan pengeroyokan pun sempat membuat kesal rekan sepermainannya.

Kemudian salah seorang penasihat Osis, yakni pelajar perempuan yang terlibat adu mulut dengan korban pun datang menegur agar rekannya tersebut tidak kembali membuat keonaran.

"Yang baju kaos hitam enggak terima jadi ribut sama si penasihat osis ini sampai sempat memukul," terangnya.

Perbuatan tidak menyenangkan itu disaksikan langsung oleh rekan-rekan korban yang semula sudah mulai merasa kesal sejak permainan basket.

"Jadi pas pulang si kaos hitam ini dikejar sama teman-temannya dan terjadilah perkelahian seperti di video itu," beber Iptu Teguh Wibowo.

Baca juga: Berniat Melerai Perkelahian, Anggota TNI AD di Depok Malah Tewas Ditusuk, Pelaku Minta Maaf

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved