Minggu, 12 April 2026

Virus Corona di Samarinda

DPRD Samarinda Minta Pengawasan Prokes di Sekolah Terus Dilakukan Demi Cegah Covid-19

DPRD Samarinda sangat mendukung dengan pembelajaran tatap muka secara 100 persen di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur,

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
ILUSTRASI Vaksinasi Covid-19 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. DPRD Samarinda berharap jika vaksinasi usia 6 sampai 11 tahun telah menyasar ke seluruh siswa SD di Samarinda, pembelajaran tatap muka 100 persen bisa segera diselenggarakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - DPRD Samarinda sangat mendukung dengan pembelajaran tatap muka secara 100 persen di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, lantaran program vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak tengah berjalan.

Karena itu butuh daya dukung dari sekolah untuk mencapai kesempurnaan dalam mencegah atau menangkal Covid-19 di Kota Samarinda

Demikian dijelaskan oleh Deni Hakim Anwar, anggota Komisi IV DPRD Samarinda kepada TribunKaltim.co pada Minggu (23/1/2022) di Kota Samarinda

Prosedur pengawasan protokol kesehatan di sekolah yang selama ini telah dilakukan diminta untuk tetap dipertahankan dengan konsisten untuk menjamin terjaganya potensi penularan di sekolah.

Baca juga: Binda Kaltim Tidak Mematok Daerah Pelaksanan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak-anak

Baca juga: Ratusan Murid SD di Samarinda Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19, Berharap Vaksinator Ditambah

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Samarinda Terus Digencarkan, Berharap Pulihkan Ekonomi dan Kesehatan

"Selain vaksinasi ini sebagai landasan, dasar-dasar seperti membentuk satgas di sekolah, mengintegrasikan UKS dengan Puskesmas.

"Selama ini kita lakukan bisa menunjukkan bahwa sudah aman dan hanya perlu ditingkatkan yang masih belum optimal," jelasnya.

Menurut anggota legislatif dari fraksi Gerindra tersebut, perlu adanya perlakuan khusus dalam pemberian vaksin bagi anak usia 6 sampai 11 tahun ini.

Dikarenakan penerima vaksin adalah anak-anak, maka ia berharap penyelenggara vaksinasi bisa menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan saat kegiatan vaksinasi berlangsung.

Baca juga: Polda Kaltim Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak dan Lansia, Sajikan Cosplay hingga Sasar 41 Titik

"Maka kemarin ketika pelaksanaan (vaksinasi) kita minta agar ada badutnya," tegasnya.

Sehingga bisa menghibur anak-anak, dan setelah vaksin diberikan kepada mereka.

"Waktu untuk istirahat selama dua hari sebelum melakukan PTM terbatas lagi di sekolah," ucap Deni, lebih lanjut. (TribunKaltim.co/Hanivan Ma'ruf)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved