Kamis, 21 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

DPRD DKI Duga Ada Dana Terselubung ke Perusahaan Pemenang Tender Sirkuit Formula E

DPRD DKI duga ada dana terselubung ke perusahaan pemenang tender sirkuit Formula E

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Januar Alamijaya
ISTIMEWA/Tangkap layar Youtube/Michelin Passion
Ajang balap Formula E yang digelar di sekitar Stadion Olimpiade Beijing, China, September 2014. Pembangunan sirkuit Formula E di Ancol sudah mendapatkan pemenang tender 

TRIBUNKALTIM.CO - Gelaran Formula E di Jakarta tinggal hitungan belum.

Meski demikian, pembangunan sirkuit Formula di Ancol baru sampai pada tahap pengumuman pemenang tender.

Diketahui, ajang balap mobil listrik Formula E merupakan salah satu program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dilansir dari Kompas.com, Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mencurigai adanya subsidi terselubung yang diterima oleh pemenang tender konstruksi sirkuit Formula E, yaitu PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.

Pasalnya, Jaya Konstruksi merupakan anak perusahaan dari PT Pembangunan Jaya Ancol, badan usaha milik daerah DKI Jakarta.

Baca juga: Anggota PSI Dipanggil KPK Soal Program Andalan Anies Baswedan, Korupsi di Formula E?

Gilbert juga menyebutkan, beberapa waktu lalu, PT Pembangunan Jaya Ancol meminjam uang senilai Rp 1,2 triliun dari Bank DKI yang juga BUMD DKI.

"Kemungkinan subsidi terselubung dari Pembangunan Jaya Ancol untuk Formula E tentu muncul karena pada waktu yang berdekatan, Pembangunan Jaya Ancol meminjam dari Bank DKI dan langsung disetujui," ujar Gilbert saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (7/2/2022).

Untuk memperjelas pembiayaan pembangunan sirkuit Formula E, Gilbert meminta BUMD-BUMD tersebut membuka data.

Dia mengatakan, pembukaan data diperlukan karena BUMD merupakan perusahaan milik publik dan dibiayai oleh penanaman modal daerah (PMD) dari pajak rakyat Jakarta.

"Agar jelas ada untung atau buntung," ucap Gilbert.
Gilbert mencurigai pembiayaan pembangunan sirkuit Formula E tidak beres bukan tanpa alasan.

Dia menyebutkan, hingga saat ini belum ada sponsor resmi dari penyelenggaraan Formula E.

Ditambah, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai penyelenggara sudah mengeluarkan uang Rp 70 miliar untuk Formula E.

Menurut politikus PDI-P ini, biaya pembangunan sirkuit senilai Rp 50 miliar jadi perlu dipertanyakan apakah dibangun dengan biaya talangan oleh Jaya Konstruksi atau langsung dibiayai oleh Jakpro.

"Sebagai perusahaan yang sudah listing, tidak mungkin (Jaya Konstruksi) mengucurkan dana perusahaan sebesar Rp 50 miliar cuma-cuma, tentu ada konsesi, artinya dana pembangunan itu semua berasal dari Jakpro," ujar Gilbert.

Baca juga: Peringatkan Anies Baswedan, PSI Bandingkan Kecepatan Formula E dengan Covid-19 Omicron Landa Jakarta

Sebelumnya, Jakpro mengumumkan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama sebagai pemenang tender proyek pembangunan sirkuit Jakarta E-Prix 2022 di Ancol, Jakarta Utara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved