Virus Corona di Berau
3 Dari 21 Wisatawan Asal Balikpapan Terkonfirmasi, Dinas Kesehatan Berau Tunggu Hasil PCR
Sebanyak 3 orang wisatawan asal Balikpapan yang berada di Kepulauan Maratua, dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil dari rapid antigen
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB- Sebanyak 3 orang wisatawan asal Balikpapan yang berada di Kepulauan Maratua, dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil dari rapid antigen.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi wisatawan tersebut, saat ini sedang isolasi di salah satu penginapan di Maratua.
Iswahyudi mengatakan, dirinya belum mengetahui dengan pasti, kapan wisatawan yang berjumlah 21 orang itu datang ke Berau.
Namun menurut informasi yang ia dapat, saat ini mereka sudah melakukan antigen, dan hanya tiga orang dinyatakan terkonfirmasi.
“Mereka belum PCR. Tapi kita suruh PCR, buat memastikan kondisinya,” ucapnya.
Ia melanjutkan, pihak Dinkes sudah berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Maratua, untuk terus melakukan pemantauan terhadap 21 orang wisatawan tersebut.
Baca juga: Wakil Ketua Tim Satgas Covid-19 Bontang Minta Perusahaan Kurangi Mobilitas ke Luar Kota
Baca juga: Selain Covid-19, Dinas Kesehatan Berau Minta Ancaman DBD Wajib Diwaspadai
Baca juga: Sejumlah Sekolah di Paser yang Tutup Akibat Siswa Terpapar Covid-19, Kini Kembali Dibuka
Dari informasi yang beredar, bahwa dari 21 orang tersebut, tiga orang diantaranya adalah masyarakat lokal yang guide.
"Kalau itu guide kita belum bisa pastikan,” bebernya.
Iswahyudi mengatakan, dirinya belum bisa berkomentar banyak mengenai hal ini, karena masih akan berkoordinasi juga dengan pihak Dinkes Balikpapan.
Karena yang terkonfirmasi tersebut merupakan warga Balikpapan yang sedang berwisata ke Berau.
“Kita juga koordinasi dengan mereka pihaknya,” tuturnya.
Terkait dengan kondisi ketiga pasien terkonfirmasi tersebut, ia mengatakan kondisinya mengalami flu, dan terus dilakukan pemantauan oleh tenaga kesehatan di Maratua.
“Iya masih terus dipantau, jika memang memungkinkan, kita akan bawa ke Tanjung Redeb,” paparnya.
Hingga kini, kasus terkonfirmasi di Berau mencapai 18 kasus, terdiri dari pelaku perjalanan dan juga tranmisi lokal. Iswahyudi mengatakan, sebenarnya masyarakat Berau sudah patuh akan prokes.
Hal ini dibuktikan dengan selama beberapa pekan, Berau tidak memiliki kasus terkonfirmasi Covid-19. Namun disatu sisi, Berau jebol dari sisi pelaku perjalanan.
“Susah juga, mau ditutup bandara, tentu akan berpengaruh ke perekonomian, ya kembali ke kesadaran masing-masing,” tambahnya.
Ia mengatakan, kasus tranmisi lokal yang terjadi saat ini karena kontak erat dari pelaku perjalanan yang tidak melakukan isolasi mandiri.
Serta tidak melakukan swab antigen untuk memastikan diri, apakah aman atau tidak sehabis melakukan perjalanan.
Hal inilah yang susah untuk dicegah, dan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Dinkes.
Baca juga: Kasus Covid-19 Tambah 23 Orang, Bontang Masuk Zona Merah, Susul 4 Kabupaten/Kota di Kaltim
“Kita tidak mungkin pantau 24 jam aktifitas masyarakat. Kita sudah beri imabuan, tapi kenyataannya masih banyak yang melanggar,” ungkapnya.
Dijelaskannya, bukan hanya Berau yang bagaikan memakan buah simalakama, tapi seluruh wilayah.
Pasalnya melarang arus keberangkatan tentu tidak bisa dilakukan.
Apalagi sampai menutup bandara. Sedangkan saat ini Bumi Batiwakkal, terseok-seok dalam memulihkan ekonomi.
“Kita serba salah. Mau ditutup tidak mungkin. Karena arus keluar masuk mengalami peningkatan. Sedangkan kasus di kota-kota besar juga terus bertambah,” tutupnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel