Virus Corona di Balikpapan

Pemkot Balikpapan Minta Warga Waspada, Tiga Pekan ke Depan Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak

Pemerintah Kota atau Pemkot Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan penyebaran Covid-19 dalam tiga pekan ke depan

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
ILustrasi petugas kesehatan menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Balikpapan.  TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota atau Pemkot Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan penyebaran Covid-19 dalam tiga pekan ke depan.

Hal itu dilakukan lantaran adanya peningkatan penyebaran Covid-19 khusus di wilayah pulau Jawa yang dikhawatirkan akan berdampak.

Tentunya terhadap potensi penyebaran Covid-19 di daerah. Sebab, Kota Balikpapan merupakan pintu gerbang Provinsi Kalimantan Timur.

“Selama tiga minggu ke depan kita waspada terhadap potensi naiknya Covid-19. Untuk daerah yang di luar Jawa-Bali harus waspada,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, Rabu (9/2/2022).

Dengan munculnya varian baru Omicron, penularannya juga lebih cepat. Sehingga di beberapa daerah kasusnya lebih tinggi.

Baca juga: Hotel di Kota Balikpapan Siap Terima Pasien Isolasi Mandiri

Baca juga: Dinas Kesehatan Pastikan Kru Kapal Positif Omicron tak Masuk Data Balikpapan

Baca juga: Gara-gara Zona Merah, Tabligh Akbar HUT ke-125 Kota Balikpapan Batal, Ini Kegiatan Pengganti

Namun demikian, kata wanita yang kerap disapa Dio itu, jumlah yang dirawat di rumah sakit diprediksi akan lebih rendah daripada kasus varian delta.

“Di Depok dan Bekasi jumlah kasusnya untuk omicron ini sudah melampaui delta, tetapi yang kita jaga agar tidak semuanya masuk rumah sakit,” kata Dio.

Untuk itu, pemerintah kota akan melakukan sosialisasi ke masyarakat, agar jangan panik dan jangan buru-buru ke rumah sakit, bisa melalui Puskesmas ketika berobat.

Sehingga ketersediaan tempat tidur yang ada di rumah sakit, benar-benar dapat dipergunakan bagi pasien yang butuh dirawat ketika mengalami gejala sedang dan berat.

"Itu yang lebih kita tekan. Karena kalau ada yang perlu rawat inap, nanti malah tidak ada tempat. Kita memerlukan manajemen rujukannya,” terangnya.

Kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini masih belum dikatakan terjadi kenaikan, namun kenaikan tersebut diperkirakan terjadi pada tiga empat minggu ke depan. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved