Virus Corona di Bontang
Banyak Pelajar Terpapar Covid-19, Tiga Sekolah di Bontang Terapkan Lockdown
Lonjakan kasus harian yang menembus 69 kasus aktif merupakan hasil tracing dari tambahan kasus sehari sebelumnya.
Penulis: Ismail Usman |
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Lonjakan kasus harian yang menembus 69 kasus aktif merupakan hasil tracing dari tambahan kasus sehari sebelumnya.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Bontang, Adi Permana saat dikonfirmasi, Jumat (11/2/2022).
Dikatakan Adi Permana, tambahan kasus harian ini juga telah masuk dalam lingkup pendidikan.
Dari catatan Tim Satgas, ada tiga sekolah di Bontang yang muridnya terpapar Covid-19.
“Yah, 1 orang di SMP Negeri 1. Kalau SMK Negeri 3 itu sekitar 6 orang dan 1 orang SMA Negeri 1,” tuturnya.
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Bontang, Ada Tambahan 69 Orang dan Paling Banyak Ditemukan di Telihan
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak di Bontang, Walikota Minta Ketua RT Awasi Warga Baru Balik dari Luar Kota
Adi Permana menjelaskan, untuk SMK 3 dan SMP Negeri 1 kini menerapkan lockdown. Sementara SMA Negeri 1 sempat menerapkan PTM dengan membatasi jumlah siswa hanya 50 persen.
Penerapan lockdown khusus di SMK Negeri 3 akan berlangsung selama dua pekan.
Pasalnya jumlah kasus aktif melebihi 5 persen dari jumlah siswa. Aturan itu telah tertuang dalam SKB 4 Menteri.
Sedangkan SMP Negeri 1 juga menerapkan lockdown. Hanya saja durasinya lebih singkat, cuma 5 hari.
“Kalau SMPN 1 singkat, kecuali hasil tracing siswa ada yang positif maka masa lockdown akan diperpanjang 2 pekan juga. Sebab aturannya memang begitu,” bebernya.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kasus Covid di Bontang, Pemkab Aktifkan Kembali Faskes, Termasuk Ruang Isolasi
Berbeda dengan SMA Negeri 1, meskipun ada satu murid yang positif, namun pihak sekolah tetap melaksanakan PTM.
“Di sana hanya PTM 50 persen,” ungkapnya.
Terpisah Kepala SMA Negeri 1, Sumariyah mengaku telah menerapkan PTM 50 persen jumlah siswa sejak Selasa (8/2/2022) lalu.
Hal ini berdasarkan hasil keputusan pihak sekolah yang disetujui orangtua murid, sebagai upaya meminimalisir persebaran Virus Corona di lingkup sekolah SMAN 1 Bontang.
Namun setelah ditemukan kembali ada salah satu pelajar yang bergejala, pihak sekolah kembali mengambil keputusan untuk dilakukan lockdown selama 5 hari.
Baca juga: Satu Pelajar Positif Covid-19, SMP Negeri 1 Bontang Kembali Lockdown
“Kemarin sempat PTM 50 persen. Tapi kemarin Kamis (10/2/2022) kami lockdown karena siswa yang bergejala,” ucapnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-sma-negeri-1-bontang-menerapkan-lockdown-pasca.jpg)