Virus Corona di Balikpapan

Beginilah Strategi RSKD Balikpapan Jika Kasus Covid-19 Terus Naik dan Terjadi Overload

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur begitu mengkhawatirkan, sebab angkanya terus melonjak

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
ILUSTRASI Vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak pelajar di Kalimantan Timur. Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur begitu mengkhawatirkan, sebab angkanya terus melonjak.  

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur begitu mengkhawatirkan, sebab angkanya terus melonjak. 

Bisa dikatakan, Kota Balikpapan kini dikategorikan sebagai wilayah zona merah kasus Covid-19 di wilayah Provinsi Kalimantan Timur

Bila terus bertambah kasus, menandakan banyak pasien yang harus siap dihadapi oleh rumah sakit-rumah sakit di Balikpapan seperti di antaranya Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo atau RSKD Balikpapan

Seperti apa kesiapan sumber daya manusia jika memang nantinya akan terjadi super tinggi kasus Covid-19. 

Baca juga: 11 Tahanan Polresta Balikpapan Terkonfirmasi Positif Covid-19, Diisolasi ke Ruang Khusus

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Kasus Positif Covid-19 Didominasi Kelompok Anak dan Remaja

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Berikut Capaian Vaksinasi Booster dan Lansia yang Terbanyak

Direktur RSKD Balikpapan Edy Iskandar, menuturkan, soal sumber daya manusia, belum ada perubahan.

Namun, jika sampe overload maka sangat memungkinkan untuk skenario kontrak tenaga baru.

“Saat ini SDM ( sumber daya manusia) belum ada penambahan. Kita lihat trendnya untuk skenario kontrak tenaga baru,” ucapnya.

Sekadar diketahui, situasi pandemi Covid-19 di Kota Balikpapan harus diwaspadai Penambahan kasus positif baru harian kian tajam atau cenderung melonjak.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Merangkak Naik, Omzet UMKM di Plaza Balikpapan Kembali Menurun

Data empat hari terakhir terjadi penambahan 203 kasus, 356 kasus, 210 kasus, dan 254 kasus. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit data terkini pada Senin (14/2) menjadi 98 orang.

Sehari terakhir juga ada penambahan satu kasus kematian, sehingga kumulatif kasus meninggal dunia sejak awal pendemi 2020 lalu menjadi 1.882 jiwa.

Siap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah sakit rujukan utama pasien Covid-19 di Kota Balikpapan mulai bersiaga terhadap lonjakan kasus terkonfirmasi positif.

Rumah Sakit Umum Daerah Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan misalnya, managemen menyiapkan beberapa skenario untuk menghadapi gelombang ketiga.

Khusus untuk penanganan pasien Covid-19, RSKD mulai mempersiapkan kesiapan UGD, penambahan ruangan isolasi, hingga ruang ICU.

“Namanya disaster plan. Skenarionnya, di bawah 25 pasien itu plan A, kemudian 25-100 plan B, 100-200 plan C," kata Direktur RSKD Balikpapan Edy Iskandar, Selasa (15/2/2022).

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Mobilitas Warga Diperketat dan Aturan Baru soal Pernikahan

"Itu sudah kita susun. Jadi rumah sakit relatif lebih siap, baik ruang isolasi maupun ICU,” sambungnya.

Kondisi saat ini, lanjut Edy, masih pada plan A. Sebab penambahan pasien belum terlalu signifikan, masih pada angka 3-5 pasien setiap harinya. Ada pun yang dirawat sekarang ini sebanyak 20 pasien.

“Kita akan liat trendnya, kalau naik terus kita akan skenariokan ke plan B. Kamar bisa kita buka sampai 200, jadi buka sesuai masuknya pasien,” ungkapnya. (TribunKaltim.co/Miftah Aulia Anggraini)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved