Berita Berau Terkini

Diskoperindag Berau Bakal Bubarkan Ratusan Koperasi

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Berau, belum juga menerima rekomendasi persetujuan pembubaran

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kepala Dinas Koperindag Berau, Salim mengatakan 158 koperasi yang tidak aktif hingga saat ini, sudah diusulkan pembubarannya. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Berau, belum juga menerima rekomendasi persetujuan pembubaran terhadap 158 koperasi yang sudah tak aktif di Berau dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Kepala Dinas Koperindag Berau, Salim mengatakan 158 koperasi yang tidak aktif hingga saat ini, sudah diusulkan pembubarannya.

Pembubaran itu dilakukan karena koperasi tersebut tidak melakukan kewajiban melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) selama 3 tahun berturut-turut.

Sampai saat ini belum ada, sebenarnya kita bisa lihat di OSS (sistem perizinan berusaha) kementerian koperasi.

Baca juga: Pekerja Koperasi TKBM Komura Pelabuhan Samarinda Tolak Pencabutan SKB 2 Dirjen 1 Deputi Tahun 2011

Baca juga: Minyak Goreng Rp 14 Ribu per Liter Belum Ada di Pasar Basah, Solusi Inkopas Gandeng Koperasi

Baca juga: Sidang Perdana 3 Pengurus Koperasi 212 Mart Samarinda, Dugaan Penggelapan Dana Investasi

"Kalau sudah dihapus berarti usulan sudah disetujui," ujarnya kepada TribunKaltim.co, Senin (21/2/2022).

Lanjut dijelaskannya, sebenarnya usulannya tersebut sudah diajukan sejak 2020 lalu. Tapi sejauh ini juga tidak ada tanggapan.

Diakuinya, pemerintah pusat tetap menyarankan untuk dibina saja terlebih dulu. Seharusnya kata dia, ada surat pernyataan penutupan terhadap koperasi yang diusulkan tersebut.

Terlebih sekarang proses perizinan untuk koperasi itu adanya di kementerian hukum dan HAM. Artinya daerah sifatnya hanya bisa mengusulkan.

"Karena penilaian dari pusat untuk keberhasilan koperasi tidak hanya kuantitas, tapi juga kualitas dan keberhasilan pembinaan dan sistem keuangan yang sehat, ditandai dengan kegiatan RAT," bebernya.

Mengenai tindaklanjut kepastian pembubaran terhadap koperasi yang tidak aktif itu, pihaknya sampai saat ini memang belum ada konfirmasi ulang ke pusat.

Tetapi dipastikannya, akan berkoordinasi ke pihak provinsi dulu sebagai perpanjangan tangan pusat.

Berharapnya, tidak ada tambahan lagi. Karena semakin banyak koperasi yang dibekukan, berarti pembinaan kita di daerah kurang berhasil.

"Tentu pastinya juga berimbas pada menurunnya tingkat ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM," sambungnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved