Breaking News

Berita Nasional Terkini

Cara Milenial tak Terjerumus Paham Radikal dan Anjuran Kiai untuk Dakwah di Internet

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Mohamad Muzamil, memaparkan agenda Musyawarah Kerja Wilayah,

Editor: Budi Susilo
TRIBUNJATENG.com
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Mohamad Muzamil, menyatakan, prinsipnya, memberikan suri tauladan atau contoh yang baik. Karena yang perlu diutamakan adalah akhlakul karimah. 

Jadi, waktu itu Indonesia belum merdeka, NU sudah lahir. Kemudian sampai sekarang NU diakui sebagai badan hukum yang memiliki hak milik berupa aset yang bergerak maupun tidak bergerak.

Kami berharap, semoga ukhuwah nahdliyah ini semakin kuat. Persaudaraan sesama NU, persaudaraan sesama umat Islam, persaudaraan sesama bangsa, bahkan persaudaraan sesama umat manusia.

Peserta Muskerwil berasal dari mana?

Peserta Muskerwil berasal dari semua pengurus PWNU Jawa Tengah. Terdiri dari mustasyar, syuriah, a'wan, tanfidziyah, dan perangkat organisasi di tingkat wilayah.

Kemudian semua badan otonom, antara lain GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, ISNU, dan Pagar Nusa.

Jika ada pemungutan suara, masing-masing hanya mendapatkan satu suara. Kalau di Jawa Tengah ini ada 36 cabang, maka masing-masing memiliki satu suara.

Apa prestasi Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah?

Terus terang, kami sebagai tanfidziyah tidak bisa menilai diri sendiri. Yang bisa menilai adalah syuriah, cabang-cabang dan MWC yang kami khidmati.

Kami manut saja kepada beliau-beliau. Sedangkan tanfidziyah adalah pelaksana. Berkoordinasi dengan badan otonom dan lembaga lainnya.

Adakah anjuran Kiai untuk dakwah di internet?

Alhamdulillah, tanpa kami membuat anjuran. Beliau para kiai sudah menginisiasi. Sudah tumbuh banyak majelis taklim, terutama dari pesantren-pesantren.

Ini barokahnya pandemi, karena tidak bisa tatap muka, akhirnya pengajian banyak melalui online.

Bagiamana cegah milenial tidak terjerumus paham radikal?

Yang prinsip, memberikan suri tauladan atau contoh yang baik. Karena yang perlu diutamakan adalah akhlakul karimah.

Dengan akhlak yang baik, yang pernah dicontohkan ulama-ulama terdahulu. Insyaallah efektif untuk membendung paham-paham yang sifatnya intoleransi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved