Berita Nasional Terkini

Cara Milenial tak Terjerumus Paham Radikal dan Anjuran Kiai untuk Dakwah di Internet

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Mohamad Muzamil, memaparkan agenda Musyawarah Kerja Wilayah,

Editor: Budi Susilo
TRIBUNJATENG.com
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Mohamad Muzamil, menyatakan, prinsipnya, memberikan suri tauladan atau contoh yang baik. Karena yang perlu diutamakan adalah akhlakul karimah. 

TRIBUNKALTIM.CO, SEMARANG - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Mohamad Muzamil, memaparkan agenda Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke-2 Kepengurusan PWNU Jateng masa khidmah 2018-2023.

Muskerwil tersebut berlangsung selama dua hari di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, pada Kamis- Jumat (11/2/2022).

Tiap Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Tengah, mengirim utusan untuk ikut membahas evaluasi dan rencana kerja setahun ke depan.

Kiai Muzamil, sapaan akrabnya, berbincang dalam acara Tribun Topic yang dipandu host Iswidodo News Manager Tribun Jateng langsung dari MAJT.

Baca juga: Tangkal Radikalisme di Era Digital, Pemkab Paser Lepas Dai Pembangunan di 43 Desa

Baca juga: Banyak PNS Terpapar Radikalisme, Menpan-RB Minta PNS Diberi Pelatihan Bela Negara

Baca juga: Rangkul Elemen Masyarakat, Cara Kabinda Brigjen TNI Sulaiman Tangkal Paham Radikalisme di Kaltara

Muskerwil tersebut diharapkan bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya dan membawa keberkahan bagi masyarakat di Jawa Tengah.

Berikut petikan wawancaranya:

Pak Kiai, gambaran Muskerwil itu seperti apa?

Musyawarah kerja wilayah ini merupakan permusyawaratan tertinggi di bawah Konferensi Wilayah (Konferwil). Tingkat wilayah itu berarti tingkat provinsi.

Tingkat nasional, ada musyawarah nasional (Munas) dan konferensi besar (Konbes). Forum permusyawaratan tertinggi di tingkat pusat juga ada Muktamar.

Tugas dari Munas, Konbes, Muskerwil, ataupun di tingkat cabang Muskercab, pertama adalah untuk menilai kinerja kepengurusan.

Tujuannya ada perbaikan kinerja supaya lebih maksimal dalam berkhidmat kepada jamaah dan masyarakat pada umumnya.

Kemudian bisa memberikan solusi terhadap persoalan keagamaan dan persoalan kemasyarakatan yang ada di lingkungan.

Apa topik dari Muskerwil ke-2 ini?

Kami ingin "Merawat Jagat dan Membangun Peradaban" sebagaimana tema nasional Hari Lahir ke-99 Hijriah atau ke-96 Masehi Nahdlatul Ulama.

Acara ini kami ambil dalam momentum tahun hijriah. Saat ini bulan Rajab, dan NU lahir pada 16 Rajab pada 1344 Hijriah. Tanggal masehinya pada 31 Januari 1926.

Baca juga: Forum Bela Negara PPU Gandeng Polres dan Pemkab Cegah Paham Radikalisme

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved