Berita Internasional Terkini
Diambang Perang dengan Rusia, Ternyata Ukraina Punya 3.000 Senjata Nuklir Peninggalan Uni Soviet
Kekuatan militer Rusia memang telah diakui dunia, namun tak banyak yang tahu bahwa Ukraina memiliki ribuan senjata nuklir peninggalan Uni Soviet
TRIBUNKALTIM.CO - Rusia dan Ukraina diambang perang dan disinyalir dapat memicu perang dunia.
Kini, sederet serangan telah dilancarkan Rusia ke Ukraina, seiring dengan pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah meluncurkan operasi militer ke kawasan Ukraina.
Kekuatan militer Rusia memang telah diakui dunia, namun tak banyak yang tahu bahwa Ukraina memiliki ribuan senjata nuklir peninggalan Uni Soviet.
Setelah runtuhnya Uni Soviet, Ukraina mewarisi sejumlah besar senjata nuklir yang jumlahnya mencapai 3.000.
Pada tahun 1994, Ukraina bergabung dengan Memorandum Budapest dan menyerahkan senjata nuklirnya dengan imbalan jaminan keamanan.
Pada 19 Februari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa negara itu dapat membatalkan keputusannya untuk menyerahkan senjata nuklir.
Baca juga: Konflik Rusia - Ukraina, Seruan Andriy Shevchenko, Legenda AC Milan, Kami harus Bersatu
Baca juga: Mengenal Donetsk & Luhansk, 2 Wilayah Industri yang Buat Rusia dan Ukraina Diambang Perang
Baca juga: Dua Ledakan Besar di Ukraina Kejutkan Dunia, Terjadi di Kawasan Kekuasaan Pemberontak Didukung Rusia
"Sekarang kami tidak memiliki senjata atau keamanan," kata Zelensky di Konferensi Keamanan Munich, dilansir dari Serambinews.com berjudul Cuma Negara Kecil, Ukraina Punya 3000 Senjata Nuklir Warisan Uni Soviet, Tapi Tak Bisa Diluncurkan.
"Jika tidak ada tindakan atau keputusan nyata yang diambil untuk menjamin keamanan kami, Ukraina tidak lagi terikat dengan ketentuan 1994," katanya.
Menurut surat kabar Rusia Sputnik, peringatan Zelensky mungkin hanya untuk menarik perhatian.
Karena tidak jelas apakah Ukraina memiliki kemampuan fisik dan teknis untuk membangun senjata nuklir.
"Di bawah Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT), hanya negara-negara yang telah mengembangkan dan menguji senjata nuklir yang diizinkan memiliki senjata nuklir dan Ukraina tidak termasuk di dalamnya," Alexander Umarov, pemimpin redaksi portal industri tenaga nuklir AtomInfo di Rusia, katanya.
Ukraina secara sepihak mengembangkan senjata nuklir berarti menarik diri dari NPT dan akan menghadapi tentangan dari komunitas internasional, menurut Sputnik.
Baca juga: TERKUAK Alasan Sebenarnya Putin Kirim 100 Ribu Pasukan ke Perbatasan Ukraina, Perang Dunia Batal
Kelompok negara bersenjata nuklir telah berjanji untuk tidak memasok bahan nuklir ke negara-negara yang bukan penandatangan NPT.
"Dalam hal penarikan dari NPT, Ukraina bahkan tidak akan memiliki bahan bakar untuk menjaga pembangkit listrik tenaga nuklir tetap berjalan," kata Umarov.
"Upaya untuk membuat bom nuklir hanya membuat Ukraina lebih buruk daripada sekarang, menghadapi isolasi dari komunitas internasional," kata pengamat yang dikutip Sputnik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/perang-aja-lah.jpg)