News Video
NEWS VIDEO Ukraina Diserang Rusia, Warga Kiev Panik Selamatkan Diri
Menurut laporan media lokal, orang-orang di sana juga tampak berlindung di stasiun bawah tanah kota dan tempat-tempat aman lainnya.
“Situasi di Kiev, tempat saya berada sekarang, kurang lebih stabil.
Tidak ada kepanikan, tidak ada masalah kritis saat ini.
Baca juga: Mengenal Donetsk & Luhansk, 2 Wilayah Industri yang Buat Rusia dan Ukraina Diambang Perang
Angkutan umum beroperasi seperti biasa.
Satu-satunya hal yang berubah sebenarnya adalah sekolah, universitas, dan taman kanak-kanak ditutup dan rumah sakit dalam keadaan siaga tinggi sejak parlemen memberlakukan darurat militer,” kata dia.
“Namun, saya perhatikan banyak orang yang berusaha mendapatkan uang dari ATM. Ada antrian di sana dan sekelompok orang segera pergi ke toko untuk membeli produk dasar. Selain itu, semuanya baik-baik saja,” tambah Iliya.
Menurut dia, ada juga kemacetan lalu lintas di jalan-jalan utama yang mengarah ke luar kota.
“Saya tidak bisa menilai jumlah orang yang mencoba meninggalkan kota tapi tentu saja, ada beberapa orang yang ingin meninggalkan Kiev,” terang dia.
Presiden Rusia Vladimir Putin seperti diketahui telah mengumumkan operasi militer skala penuh di Ukraina pada Kamis pagi, memberitahu pasukan Ukraina untuk meletakkan senjata mereka dan memperingatkan setiap pasukan yang mengganggu akan menghadapi konsekuensinya.
Baca juga: Dua Ledakan Besar di Ukraina Kejutkan Dunia, Terjadi di Kawasan Kekuasaan Pemberontak Didukung Rusia
Dia mengklaim operasi itu untuk melindungi warga sipil di Ukraina.
Militer Rusia mengatakan pertahanan udara dan pangkalan Ukraina telah dihancurkan sementara banyak bandara sipil dibom.
Separatis di Ukraina timur juga mengatakan mereka telah mengambil alih beberapa kota.
Tank-tank terlihat datang dari Krimea yang diduduki Rusia dan melintasi perbatasan dari Belarus.
Ukraina mengatakan angkatan udaranya telah menembak jatuh beberapa pesawat Rusia di timur.
Ada laporan di media Ukraina bahwa pasukan Rusia telah mendarat di kota pelabuhan timur Odesa dan Mariupol.
Kondisi ini pun dikhawatirkan menjadi perang dunia 3. (*)