Berita Kubar Terkini

Tunggakan BPJS Kesehatan Bisa Dicicil Sesuai Kemampuan, Cukup Bayar Lewat Aplikasi Mobile JKN

unggakan terhadap iuran pembayaran BPJS Kesehatan ternyata bisa dicicil sesuai kemampuan peserta yang menunggak.

Penulis: Zainul | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, Herman Prayudi. Ia menjelaskan soal tunggakan iuran BPJS Kesehatan yang bisa dicicil sesuai kemampuan penunggak. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Tunggakan terhadap iuran pembayaran BPJS Kesehatan ternyata bisa dicicil sesuai kemampuan peserta yang menunggak.

Hal ini dikatakan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kutai Barat, Herman Prayudi.

Dia menjelaskan BPJS Kesehatan memberikan keringanan bagi peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Mandiri dan peserta Bukan Pekerja (BP) yang menunggak iuran.

Menurut Herman Prayudi, kebijakan tersebut merupakan program baru yang dinamakan Rencana Pembayaran Iuran Bertahap (REHAB).

Di mana dalam program REHAB tersebut memberikan keringanan dan kemudahan bagi peserta segmen PBPU dan BP yang memiliki tunggakan untuk melakukan pembayaran iuran secara bertahap.

Baca juga: Kantor BPJS Kesehatan Paser Berlakukan Pendaftaran Kepesertaan via Offline dan Online

Baca juga: BPJS Kesehatan Kubar Dorong Warga Lakukan Pengusulan dan Validasi DTKS agar Masuk Tanggungan APBN

"Jadi tunggakan itu bisa dicicil dan kita bisa menentukan cicilannya selama berapa bulan. Itu bisa diajukan langsung lewat aplikasi Mobile JKN tanpa harus ke Kantor BPJS. Tapi program ini khusus untuk peserta mandiri, kalau untuk karyawan swasta atau pegawai pemerintah tidak bisa," jelasnya, Kamis (24/2/2022).

Program cicilan tunggakan peserta BPJS Kesehatan tersebut, kata Herman Prayudi, diperuntukkan peserta mandiri yang sudah menunggak minimal 4 bulan dan maksimal 24 bulan.

"Tunggakan tersebut terhitung maksimal 24 bulan. Jadi kalau misalnya dia menunggak lebih dari 24 bulan, sistem akan secara otomatis mengunci tunggakannya tetap di posisi 24 bulan itu. Misalnya di Kelas 3 tunggakannya selama 24 bulan sebesar Rp 700.000, maka tunggakannya tidak akan naik-naik, tetap segitu aja nilainya," tuturnya

Untuk berapa bulan cicilan yang diambil, lanjut Herman Prayudi, bisa ditentukan oleh peserta bersangkutan.

Namun kartu JKN-KIS peserta belum bisa digunakan, masih dalam status nonaktif hingga proses cicilan selesai atau lunas.

Baca juga: Satlantas Polres Paser Belum Pastikan Kepungurusan SIM, STNK dan BPKB Harus Sertakan BPJS Kesehatan

"Dia menunggu lunas dulu baru aktif, tapi kan di sini tidak berat untuk cicilan bulanannya ya, beda kalau tunggakan Rp 700 ribu, kita mau bayar lunas kan agak berat. Jadi misalnya 700 ribu itu kita mau bayar tiga bulan, artinya kan sekitar 200 ribu yang harus kita bayar per bulannya," tambah Herman Prayudi.

Sekadar diketahui, syarat dan ketentuan bagi peserta yang ingin mengikuti Program REHAB yaitu pertama, peserta memiliki tunggakan lebih dari 3 bulan (4-24 bulan), kemudian mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN atau BPJS Kesehatan Care Center 165.

Berikutnya, pendaftaran dapat dilakukan sampai dengan tanggal 28 bulan berjalan, kecuali bulan Februari pendaftaran sampai dengan tanggal 27, dan terakhir, maksimal periode pembayaran bertahap adalah 12 tahapan.

"Pembayaran tunggakan bertahap sudah termasuk memperhitungkan tunggakan untuk satu keluarga sehingga peserta tidak perlu melakukan pendaftaran Program REHAB untuk setiap anggota keluarga.

Baca juga: BPJS Kesehatan Jadi Syarat Haji dan Umrah, Kemenag Kaltim Ikuti Aturan Pusat

Status kepesertaan peserta program pembayaran tunggakan iuran bertahap baru akan aktif ketika seluruh tunggakan dan iuran bulan berjalan telah lunas," ucap Herman Prayudi. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved