Ekonomi dan Bisnis

Cara Mencegah Pedagang di Penajam Paser Utara Menimbun Minyak Goreng, Statusnya Langka

Langkanya pasokan minyak goreng juga terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sejak beberapa bulan terakhir

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNNEWS.COM
ILUSTRASI Minyak goreng. Langkanya pasokan minyak goreng juga terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sejak beberapa bulan terakhir. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Langkanya pasokan minyak goreng juga terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, sejak beberapa bulan terakhir.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menyatakan hal itu ditengarai kurangnya pasokan dari distributor.

Demikian dibeberkan oleh Kabid Perdagangan Diskukmperindag PPU, Bustam mengatakan, kelangkaan tidak hanya terjadi di pasar modern atau retail.

Tapi kata dia, juga kondisi yang sama terjadi di pasar tradisional yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Baca juga: Penyebab Minyak Goreng Langka, Ombudsman Beber Menunggu Suplai CPO

Baca juga: Cara Polresta Samarinda Jaga Stok Minyak Goreng, Warga Diimbau Jangan Panik

Baca juga: NEWS VIDEO Viral Pengantin di Ponorogo Menikah dengan Mahar Minyak Goreng, Ini Alasannya

"Penyebabnya ya itu tadi, suplay dari distributor ke Penajam sangat sedikit," jelasnya kepada TribunKaltim.co di Penajam pada Minggu (27/2/2022).

Namun demikian, meski pasokan minyak goreng bisa dikatakan langka di Penajam Paser Utara, namun harganya dipastikan tidak mengalami lonjakan.

Harga minyak goreng dipasaran sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 14 ribu per liternya.

"Tidak ada kenaikan harga, masih sama harganya, kalaupun ada ya biasa kan pedagang, paling 500 rupiah saja, tidak melonjak," tambahnya.

Baca juga: Empat Provinsi Ditemukan Kasus Pelanggaran Distribusi Minyak Goreng, Ini Langkah Satgas Pangan Polri

Untuk menghindari adanya pedagang yang menimbun minyak goreng ini, Diskukmperindag mengaku akan melakukan pemeriksaan secara berkala, baik ke pengecer maupun toko-toko modern.

"Itu pasti akan menjadi atensi kita, jangan sampai ada pedagang nakal yang menimbun ditengah kesulitan seperti ini," terangnya.

Diketahui, harga minyak goreng secara nasional sempat melonjak naik hampir 50 persen.

Penyebabnya yakni karena terdampak naiknya harga komoditas kelapa sawit dunia. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved