Berita Balikpapan Terkini
Didemo soal Banjir dan Tambang, Walikota Balikpapan Rahmad Masud: Jadi Evaluasi Buat OPD
Sejumlah mahasiswa melakukan unjuk rasa mendesak Pemkot Balikpapan untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan pada Rabu,
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejumlah mahasiswa melakukan unjuk rasa mendesak Pemkot Balikpapan untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan pada Rabu (2/3/2022).
Walikota Balikpapan, Rahmad Masud menerima kedatangan dan mendengar langsung aspirasi para pengunjuk rasa, meski hanya perwakilannya saja.
"Mereka menyampaikan aspirasinya. Kita terima dengan baik. Sepanjang itu positif, bagus aja," ujar Rahmad Masud, ditemui usai gelaran unjuk rasa.
Ia menjelaskan bahwa persoalan yang disebutkan oleh mahasiswa sendiri semua sudah dalam penanganan. Baik itu banjir dan tambang.
Baca juga: Walikota Rahmad Masud Surati RDMP, Minta Pekerja Luar Daerah Dikarantina 5 Hari sebelum Kerja
Baca juga: Walikota Rahmad Masud Ingin Mengoptimalkan Balikpapan Sebagai Penyangga Ibu Kota Negara
Baca juga: Fraksi Golkar Dorong Percepatan Penanganan DAS Ampal sebagai Upaya Pengendalian Banjir di Balikpapan
"Persoalan atau tuntutan yang disampaikan dalam on progres semua. Masalah Sungai Ampal, banjir, tambang dalam penanganan," sebut Rahmad.
"Kan dalam proses. Nggak mungkin sempurna juga kan, tapi ada tahapan yang kita upayakan," lanjutnya.
Kendati begitu, dirinya tetap mengambil nilai positif dari kedatangan para mahasiswa. Bagi dia, unjuk rasa semacam itu, bisa menjadi kontrol.
Terutama, kata Rahmad, bagi Organisasi Perangkat Daerah atau OPD agar menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
"Baguslah ini jadi kontrol untuk para OPD. Jadi evaluasi," tukasnya.
20 Orang Berkunjuk Rasa
Berita sebelumnya. Sejumlah mahasiswa lintas organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Aliansi Peduli Balikpapan menggelar unjuk rasa, Rabu (2/3/2022), sekira pukul 13.00 Wita.
Bertempat di depan Kantor Walikota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Terpantau setidaknya 20 orang pengunjuk rasa berdiri dengan membawa umbul-umbul dan identitas organisasi masing-masing.
Seperti unjuk rasa pada umumnya, satu per satu dari mereka membacakan orasi dengan pengeras suara, sebagiannya menggelar spanduk seukuran besar yang bertuliskan sejumlah tuntutan.
Baca juga: Penanganan Banjir di Balikpapan Jadi Fokus Utama Tim Ahli Bangunan dan Gedung
Secara garis besar, mereka menuntut Pemkot Balikpapan untuk menyelesaikan persoalan banjir dan penegakan terhadap kebijakan anti tambang di Balikpapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rahmad-masud-seragam-putih.jpg)