Berita Samarinda Terkini
Sulitnya Ketersediaan Lahan jadi Tantangan Dunia Pertanian Samarinda
Keberadaan area persawahan atau pertanian di sebuah wilayah kota memang menjadi barang langka
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Keberadaan area persawahan atau pertanian di sebuah wilayah kota memang menjadi barang langka.
Keterbatasan tersedianya lahan yang bisa diperuntukkan sebagai aktivitas pertanian menjadi tantangan berlangsungnya industri pertanian tak terkecuali di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Gagasan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di kota Samarinda melalui perluasan lahan pertanian yang ada menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh Walikota Andi Harun.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Samarinda, Endang Liansyah menuturkan pihaknya sejak beberapa waktu lalu memang sudah berusaha untuk mendapatkan tempat-tempat yang memungkinkan dijadikan sebagai lahan pertanian yang baru.
Baca juga: Panen Padi di Sawah Makroman Samarinda, Walikota Andi Harun Ingin Perluas Lahan Pertanian
Baca juga: Banjir Rendam Sawah di Sambutan Samarinda, Walikota Andi Harun Segera Benahi
Baca juga: Pemkot Samarinda Segera Tangani Banjir yang Sering Genangi 30 Hektare Sawah Warga
Saat ini disebutkannya total luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di kota Samarinda telah ada sekitar 1.230 hektare, dengan lahan cadangan yang tersedia sekitar 760 hektare.
Seluruh lahan sawah itu dimiliki dan dikerjakan oleh masyarakat sendiri yang selama ini menjadi kegiatan ekonomi warga sebagai mata pencaharian sehari-hari.
Kemampuan produksi pangan oleh petani lokal Samarinda yang hanya mampu memenuhi sekitar 17 persen kebutuhan pangan penduduk Samarinda menjadi alasan perlunya peningkatan produksi agar kebutuhan pangan kota Samarinda tidak selalu bergantung dengan daerah lain.
“Salah satu upaya kita dengan adanya Perda LP2B yang bisa melindungi lahan pertanian agar tidak berubah fungsi minimal hingga 5 tahun lebih,” ucap Endang saat kegiatan panen bersama walikota Samarinda Andi Harun di sawah di jalan Usaha Tani, kelurahan Makroman, Sambutan, Rabu (2/3/2022).
Baca juga: Banjir Rendam Sawah di Sambutan Samarinda, Walikota Andi Harun Segera Benahi
Selain itu kendala kontur tanah persawahan juga disebutkan terkadang menjadi kendala tersendiri bagi kualitas persawahan itu.
Endang menyebutkan bahwa bagi lahan pertanian di Samarinda yang sebagian besar bersifat tadah hujan hanya mengandalkan air hujan untuk mengairi sawah masyarakat, jika datang musim kemarau tentu akan datang masalah kekeringan.
Oleh karena itu kebutuhan akan saluran irigasi di beberapa area sawah dikatakannya masih menjadi hal penting yang dibutuhkan oleh petani.
Maka beberapa waktu yang lalu juga sudah ada area sawah yang kita usulkan untuk saluran irigasinya dan sudah akan dibangun pada tahun 2022 ini.
"Kalau irigasi sepanjang 1,1 kilometer itu jadi, maka kita akan bisa membuka 30 sampai 40 hektare lahan sawah baru,” ungkap Endang melanjutkan.
Kemudian beberapa daerah sawah lain termasuk lahan sawah di kelurahan Makroman yang akan segera disusun usulan irigasinya agar pengairan di sawah warga bisa lebih memadai.
Karena sawah yang selama ini hanya menadah air hujan akan sangat bergantung kepada cuaca dan bisa berpengaruh terhadap produktivitas gabah petani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/panen-padi-di-samarinda-kaltim.jpg)