Selasa, 19 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Bocoran Kondisi Keluarga Presiden Rusia Terkini, Bersembunyi di Bunker Anti-Nuklir

Bocoran kondisi keluarga Presiden Rusia terkini, bersembunyi di bunker anti-nuklir

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Valery Solovey (61), seorang profesor di Rusia sekaligus pakar politik yang terkenal akan teori konspirasinya yang liar menyampaikan sebuah dugaan terkait kondisi dari keluarga Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini.

Dilansir dari Tribun Wow, keluarga Putin saat ini disebut telah dievakuasi ke sebuah tempat yang berada di Pegunungan Altai.

Tempat yang digunakan oleh Keluarga Putin saat ini diketahui didesain untuk menghadapi perang nuklir.

Dikutip dari metro.co.uk, Solovey menyebut langkah Putin melakukan evakuasi terjadi karena adanya kesalahan strategi dalam invasi ke Ukraina.

"Pada akhir pekan, keluarga Putin telah dievakuasi ke sebuah bunker spesial yang dipersiapkan untuk menghadapi perang nuklir," ujar Solovey.

Baca juga: Pentagon AS Bocorkan Kondisi Mental Pasukan Rusia, Prajurit Muda Kurang Terlatih

Solovey menyampaikan, bunker ini bukanlah bunker pada umumnya namun sebuah kota bawah tanah yang dilengkapi teknologi canggih.

Pada hari keenam konflik tepatnya Selasa (1/3/2022), Rusia melancarkan serangan roket di Kota Kharkiv, Ukraina yang menghancurkan gedung pemerintah hingga opera.

Pemerintah Ukraina menyatakan target yang diserang Rusia berada di area warga sipil dan bukanlah kombatan.

Dalam konflik yang dimulai sejak Kamis (24/2/2022), kini Rusia dicurigai oleh jaksa dari International Criminal Court (ICC) telah melakukan kejahatan perang saat melakukan operasi militer di Ukraina.

Dikutip dari RT.com, juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov kemudian menjawab pertanyaan jurnalis pada Selasa (1/3/2022) terkait kecurigaan jaksa ICC.

Baca juga: INVASI HARI KE-8: Beda Klaim Korban Akibat Perang, Ukraina Beber Bunuh 9.000 Tentara, Rusia Tertawa

Dugaan Rusia melakukan kejahatan perang sebelumnya dilaporkan oleh pemerintah Ukraina.

Peskov tegas membantah Rusia melakukan kejahatan perang di Ukraina.

Ia juga membantah kabar pasukan Rusia telah memakai senjata yang dilarang seperti peluru cluster dan senjata thermobaric di Ukraina.

Peskov turut menegaskan soal pasukan militer Rusia yang tidak pernah mengincar warga sipil.

"Pasukan Rusia tidak menyerang warga sipil atau perumahan penduduk," ujar Peskov.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved