Berita Internasional Terkini
Pentagon AS Bocorkan Kondisi Mental Pasukan Rusia, Prajurit Muda Kurang Terlatih
Pentagon AS bocorkan kondisi mental pasukan Rusia, prajurit muda kurang terlatih
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Wahyu Triono
TRIBUNKALTIM.CO - Pejabat senior Pentagon Amerika Serikat pada Selasa lalu mengatakan sebagian tentara Rusia di Ukraina menyerah secara massal atau menyabotase kendaraan mereka sendiri untuk menghindari pertempuran.
Dilansir dari Tribunnews.com, hal itu diklaim karena mereka merasa 'terganggu' oleh moral yang buruk serta faktor kekurangan bahan bakar dan makanan.
"Beberapa unit pasukan Rusia telah meletakkan senjata mereka tanpa perlawanan setelah menghadapi pertahanan Ukraina yang sangat kaku," kata pejabat Pentagon itu.
Menurutnya, sejumlah besar tentara Rusia adalah wajib militer muda yang kurang terlatih dan tidak siap untuk serangan habis-habisan.
"Dan dalam beberapa kasus, pasukan Rusia sengaja melubangi tangki bensin kendaraan mereka, kemungkinan untuk menghindari pertempuran," jelas pejabat Pentagon itu.
Baca juga: SBY Khawatir Konflik Rusia vs Ukraina Berubah Jadi Perang Dunia Bahkan Nuklir War
Dikutip dari laman The New York Times, Kamis (3/3/2022), pejabat Pentagon tersebut enggan membeberkan terkait bagaimana militer Amerika Serikat (AS) bisa membuat penilaian seperti ini.
Ia juga berbicara dengan syarat anonim untuk membahas mengenai perkembangan operasional di Ukraina.
Secara bersamaan, kata dia, faktor-faktor ini dapat membantu menjelaskan mengapa pasukan Rusia, termasuk konvoi tank dan kendaraan lapis baja sepanjang 40 mil di dekat Kiev, ibu kota Ukraina, tidak terlihat cepat menguasai target dalam satu atau dua hari terakhir.
Selain mengatasi kekurangan bahan bakar, makanan dan suku cadang, Komandan Rusia yang memimpin pasukan lapis baja menuju Kiev kemungkinan juga sedang 'mengumpulkan kembali dan memikirkan kembali' rencana pertempuran mereka.
Mereka juga dianggap tengah membuat penyesuaian secara cepat untuk mendapatkan momentum terkait apa yang akan dilakukan AS dan sekutu.
Baca juga: Konglomerat Rusia Ditemukan Tewas Tergantung di Inggris, Kerabat Duga Ada Hubungan Invasi ke Ukraina
Kendati demikian, kata Pejabat Pentagon itu, para prajurit Rusia ini memiliki dorongan yang tak terelakkan dan dilematis karena dalam beberapa hari ke depan harus bisa mengepung dan merebut ibu kota Ukraina.
"Mereka memiliki banyak kekuatan yang tersedia," papar pejabat Pentagon itu.
Ia menambahkan bahwa 80 persen dari lebih dari 150.000 tentara Rusia yang dikumpulkan di perbatasan Ukraina kini telah bergabung dalam pertempuran.
"Namun para analis AS dikejutkan oleh 'perilaku menghindari risiko' dari kekuatan besar seperti itu," tegas pejabat Pentagon itu.
Rusia meluncurkan pendaratan amfibi untuk merebut Mariupol, kota pelabuhan penting di Laut Azov, namun pasukannya mendarat sekitar 40 mil dari kota.
Baca juga: Putin Bisa Kalah Karena Anggap Remeh! Begini Ngerinya Akhir Perang Rusia vs Ukraina Menurut Pengamat