Berita Samarinda Terkini

Kenaikan Harga Daging Sapi di Jawa Disebut Pengaruhi Pasaran di Samarinda, Disdag Upayakan Rasional

Kenaikan harga daging sapi di beberapa pasar di kota Samarinda disebut berawal dari pengaruh kenaikan harga di daerah lain.

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF
Harga daging sapi di pasar Segiri Samarinda mengalami kenaikan hingga Rp 10.000 yang disebutkan sudah mulai terjadi sejak awal tahun 2022. TRIBUNKALTIM.CO/HANIVAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kenaikan harga daging sapi di beberapa pasar di kota Samarinda disebut berawal dari pengaruh kenaikan harga di daerah lain.

Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Marnabas menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan harga bahan pokok saat ini termasuk daging sapi.

Dinas Perdagangan akan mengamati besaran kenaikan yang terjadi di pasaran dan berharap meskipun ada peningkatan harga namun dalam tingkat yang rasional.

"Terkadang pasar memang mengikuti kondisi yang ada, ketika tempat lain menaikkan harga, ikut juga menaikkan harga, padahal stok ada saja," ungkap Marnabas menanggapi kondisi tersebut, Kamis (3/3/2022).

"Maka harga di pasar itu sangat dipengaruhi tren, mungkin kita akan melakukan sidak lagi untuk mengetahui masalahnya apa," jelasnya lebih lanjut.

Baca juga: Harga Daging Sapi di Paser Naik, Per Kg Sentuh Rp 140 Ribu, Pasokan Berkurang

Baca juga: Harga Daging Sapi Lokal Tembus Rp 140 Ribu/Kg, Alami Kenaikan Rp 10 Ribu

Baca juga: Harga Daging Sapi Naik Rp 10.000 di Pasar Segiri Samarinda, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli

Di Pasar Segiri Samarinda, harga daging sapi terpantau mengalami kenaikan hingga Rp 10.000 di tiap jenis daging. Daging sapi ukuran S yang biasa dijual Rp 100.000 per kilogram, sampai akhir Februari 2022 naik menjadi Rp 110.000.

Sementara ini Disdag Samarinda masih menguatkan identifikasi sebab kenaikan harga ini karena tren kenaikan harga di daerah lain. "Karena di pulau Jawa naik, maka ikut naik juga di sini, sudah berlaku hukum ekonominya begitu," ucap Marnabas.

"Selama (kenaikan) itu masih rasional kita tidak masalah, tetapi kalau sudah irasional kita akan turun, apakah dengan menambah pasokan atau seperti apa," tuturnya lagi.

Namun untuk ketersediaan pasokan daging Marnabas menjamin hingga saat ini khususnya di kota Samarinda di hampir semua pasar masih ada dan tidak langka.

Sehingga ia berpendapat kenaikan harga daging sapi di Samarinda semata-mata karena mengikuti tren kenaikan di daerah lain.

Baca juga: Akibat Stok Terbatas, Harga Daging Sapi di Bontang Melambung

"Memang kita pantau di beberapa daerah mengalami kenaikan dan kita pantau stok ada saja, dan permintaan juga normal, yang susah kalau barangnya tidak ada maka kita harus pengadaan," paparnya.

Wafi, seorang pedagang daging sapi di pasar Segiri mengungkapkan bahwa kenaikan harga daging sudah terjadi sejak awal tahun. "Kenaikan harga ini sudah dua kali, dari awalnya Rp 100.000 jadi Rp 105.000, sekarang jadi Rp 110.000," katanya Selasa (1/3/2022).

"Sebetulnya kenaikan dari distributor itu sudah empat kali, tapi kalau kita mau naikkan lagi kasihan untuk yang langganan," imbuh Wafi.

Ia tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga daging sapi sejauh ini, termasuk harga beli di distributor yang dilakukan oleh bosnya. "Kalau kita pedagang harga jualnya memang sudah segitu, jadi daging yang sampai di pasar memang sudah naik segitu," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved