Berita Samarinda Terkini

Harga Daging Sapi Lokal Tembus Rp 140 Ribu/Kg, Alami Kenaikan Rp 10 Ribu

Isu kenaikan harga daging sapi yang terjadi di sebagian besar daerah di Indonesia juga terjadi di Kota Samarinda. Pantauan TribunKaltim.co di Pasar S

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Harga daging sapi di Pasar Segiri Samarinda mengalami kenaikan hingga Rp 10.000 yang disebutkan sudah mulai terjadi sejak awal 2022. TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Isu kenaikan harga daging sapi yang terjadi di sebagian besar daerah di Indonesia juga terjadi di Kota Samarinda.

Pantauan TribunKaltim.co di Pasar Segiri Samarinda, los daging yang berada di dalam pasar terpantau sepi pembeli.

Pedagang mengemukakan, daging sapi di pasar tersebut saat ini mengalami kenaikan sampai Rp 10.000.

Biasanya mereka menjual daging sapi impor ukuran S dengan harga Rp 100.000 per kilogram, saat ini sudah naik menjadi Rp 110.000 per kilonya.

Sementara itu daging lokal juga mengalami kenaikan harga yang sama dari harga awal Rp 130.000 menjadi Rp 140.000 per kilo.

Baca juga: Akibat Stok Terbatas, Harga Daging Sapi di Bontang Melambung

Baca juga: Harga Komoditas di Bontang Belum Stabil, Cabai dan Minyak Goreng Masih Melambung Tinggi

Wafi, seorang pedagang daging sapi di Pasar Segiri mengungkapkan kenaikan harga daging sudah terjadi sejak awal tahun.

"Kenaikan harga ini sudah dua kali, dari awalnya Rp 100.000 jadi Rp 105.000, sekarang jadi Rp 110.000," katanya Selasa (1/3/2022).

"Sebetulnya kenaikan dari distributor itu sudah empat kali, tapi kalau kita mau naikkan lagi kasihan untuk yang langganan," imbuh Wafi.

Ia tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga daging sapi sejauh ini, termasuk harga beli di distributor yang dilakukan oleh bosnya.

"Kalau kita pedagang harga jualnya memang sudah segitu, jadi daging yang sampai di pasar memang sudah naik segitu," tuturnya.

Wafi yang berjualan bersama beberapa pedagang lain dalam satu los itu juga mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli sejak harga daging mengalami kenaikan.

Baca juga: Daftar Harga Kebutuhan Pokok di Kutai Timur, Minyak Goreng Turun Jadi Rp 14 Ribu

Ia menyebut turunnya jumlah pembeli itu dinilai cukup drastis terutama bagi pembeli daging untuk kebutuhan makan sehari-hari.

"(Pembeli) turun drastis, tetapi yang langganan untuk keperluan jualan mau ngga mau tetap beli dengan harga segitu," ucap Wafi menambahkan.

Stok daging sendiri hingga saat ini, menurutnya, masih cenderung stabil karena persediaan daging sapi yang didapatkan dari distributor Bulog itu selalu ada setiap harinya.

"Untuk stok masih stabil tapi sempat ada kekosongan karena keterlambatan pengiriman," tutur Wafi. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved