Berita Internasional Terkini

Blak-blakan dengan Erdogan, Vladimir Putin Beber 2 Syarat Rusia Hentikan Perang di Ukraina

Ternyata ada sejumlah cara yang dapat membuat Rusia menghentikan invasinya ke Ukraina

Kolase Alexei Druzhinin / SPUTNIK / AFP - Sergey BOBOK / AFP
Vladimir Putin Beber 2 Syarat Rusia Hentikan Perang di Ukraina, Bakal Jadi Ancaman Bagi Amerika? 

TRIBUNKALTIM.CO - Rusia masih terus menggempur Ukraina dengan berbagai macam jenis senjata.

Hingga saat ini belum ada yang dapat memastikan perang antara Rusia dengan Ukraina, berakhir.

Rusia, yang mendapatkan berbagai kecaman dan sanksi dari sejumlah negara, terutama negara Barat, tetap tak berhenti dan terus melakukan serangan ke Ukraina.

Namun, ternyata ada sejumlah cara yang dapat membuat Rusia menghentikan invasinya ke Ukraina.

Terdapat syarat yang diutarakan Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar pihaknya menghentikan perang.

Dilansir dari Kompas.com, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi militernya di Ukraina bisa disetop asalkan Kyiv berhenti melawan dan memenuhi tuntutan Moskwa.

Baca juga: Rencana Tak Biasa Ukraina Andai Presidennya Tewas, Langsung Menyerah Lawan Rusia?

Baca juga: Tak Gentar Diblokir Facebook & Twitter, Rusia Justru Balas Dendam juga Blokir Balik Media Sosial Ini

Baca juga: NEWS VIDEO Tentara Suriah Dikabarkan Direkrut Rusia untuk Berperang di Ukraina

Hal tersebut disampaikan Vladimir Putin ketika berbicara via telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Layanan pers Kremlin, dilansir media Rusia TASS, Minggu (6/3/2022), melaporkan pembicaraan kedua pemimpin tersebut.

“Vladimir Putin menginformasikan tentang kemajuan operasi militer khusus untuk melindungi Donbass, menyampaikan pendekatan dan penilaian utama dalam konteks ini, menjelaskan secara rinci tujuan dan tugas yang ditetapkan,” kata Kremlin.

“Ditekankan bahwa operasi khusus berjalan sesuai dengan rencana dan sesuai jadwal,” sambung Kremlin, sebagaimana dilansir TASS.

Selama percakapan, pemimpin Rusia itu mengonfirmasi kesiapan pihak Rusia untuk berdialog dengan pihak berwenang Ukraina dan mitra asing untuk menyelesaikan konflik.

Kremlin mengatakan, setiap upaya proses negosiasi yang gagal dimanfaatkan tentara Ukraina untuk mengumpulkan kembali kekuatan dan sarananya.

Baca juga: NEWS VIDEO Bersedia Setop Invasi Rusia ke Ukraina, Putin Ajukan Syarat

“Sehubungan dengan itu, ditegaskan bahwa penghentian operasi khusus hanya dimungkinkan jika Kyiv menghentikan aksi militer dan memenuhi tuntutan Rusia yang telah dibuat dengan sangat jelas,” lapor Kremlin.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Minggu bahwa dia berbicara melalui telepon dengan Presisen AS Joe Biden.

Dilansir AFP, keduanya membahas dukungan keuangan dan sanksi terhadap Rusia ketika negaranya menghadapi serangan yang gencar.

“Sebagai bagian dari dialog terus-menerus, saya melakukan percakapan lain dengan @POTUS,” twit Zelensky, me-mention akun Twitter Presiden AS.

“Agendanya termasuk masalah keamanan, dukungan keuangan untuk Ukraina dan kelanjutan sanksi terhadap Rusia,” sambung Zelensky.

Gedung Putih mengatakan, Joe Biden telah menekankan langkah-langkah yang diambil pemerintahannya dan sekutunya untuk meningkatkan biaya yang harus dibayar Rusia atas agresinya di Ukraina.

Baca juga: 11 Hal Penting yang Terjadi dalam 11 Hari Krisis Rusia Ukraina

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, dunia harus bersiap untuk hari-hari yang lebih gelap di depan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Menulis di New York Times, Johnson mengatakan bahwa negara-negara Barat gagal mempelajari perilaku Rusia yang menyebabkan Vladimir Putin meluncurkan serangannya.

"Apakah kita sudah berbuat cukup untuk Ukraina? Jawaban jujurnya adalah tidak," tulis Johnson dalam esai hampir 1.300 kata yang diterbitkan pada Minggu (6/3/2022).

Johnson telah menetapkan enam poin rencana untuk menghentikan invasi di Rusia dan mengalahkan Vladimir Putin.

Dia juga akan menyampaikan pesannya pada pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Downing Street pada Senin (7/4/2022).

Pada Selasa (8/4/2022), ia akan menjamu para pemimpin negara-negara Eropa tengah yakni Republik Ceko, Hungaria, Polandia, dan Slovakia.

Baca juga: 11 Hari Rusia Invasi Ukraina, Presiden Zelensky Ungkap Rasa Terimakasih Kepada Elon Musk, Ada Apa?

Pada Minggu, Johnson mengadakan panggilan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, sebagaimana dilansir Sky News.

Dalam pembicaraan tersebut, dia menyatakan bahwa rakyat Inggris sepenuhnya mendukung rakyat Ukraina.

Dalam tulisannya di New York Times, Johnson mengatakan, "Tidak pernah dalam hidup saya, saya melihat krisis internasional di mana garis pemisah antara benar dan salah begitu mencolok".

Dia menuduh Putin mencoba menulis ulang aturan tatanan internasional dengan kekuatan militer.

Pada bulan-bulan menjelang invasi Rusia, Vladimir Putin mengungkapkan kekhawatiran atas ekspansi NATO dan menyebut potensi Ukraina bergabung dengan aliansi itu sebagai alasan serangannya.

"Ini bukan konflik NATO dan tidak akan menjadi satu. Tidak ada sekutu yang mengirim pasukan tempur ke Ukraina," kata Johnson.

“Kami siap untuk menanggapi masalah keamanan yang dinyatakan Rusia melalui negosiasi. Saya dan banyak pemimpin Barat lainnya telah berbicara dengan Presiden Putin untuk memahami perspektifnya,” sambung Johnson.

Johnson menuturkan, kini dia meyakini bahwa diplomasi tidak pernah memiliki peluang.

“Tetapi justru karena rasa hormat kami kepada Rusia, kami menemukan tindakan rezim Putin sangat tidak berbudi,” imbuh Johnson.

Johnson mendesak para pemimpin dunia untuk memobilisasi koalisi kemanusiaan internasional untuk Ukraina dan mendukung Ukraina untuk mempertahankan diri.

"Kami telah gagal untuk mempelajari pelajaran dari perilaku Rusia yang mengarah ke titik ini," aku Johnson.

"Tidak ada yang bisa mengatakan kami tidak diperingatkan: kami melihat apa yang dilakukan Rusia di Georgia pada 2008, Ukraina pada 2014, dan bahkan di jalan-jalan kota Salisbury di Inggris,” tutur Johnson. (*)

Berita Internasional Terkini

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved