Berita Internasional Terkini

Mengaku Tidak Pernah Ingin Perang dengan Rusia, Inilah Rencana Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan beberapa hal mulai dari tak pernah menginginkan perang hingga, permohonan sanksi.

Editor: Ikbal Nurkarim
Kolase Tribunkaltim.co
Presiden Rusia dan presiden Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan beberapa hal mulai dari tak pernah menginginkan perang hingga, permohonan sanksi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mengaku tak pernah ingin perang dengan Rusia, inilah rencana Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pesan terbaru terkait invasi yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina, pada hari Senin (7/3/2022).

Zelensky menyampaikan beberapa hal mulai dari tak pernah menginginkan perang hingga, permohonan sanksi.

Tak sampai disitu Volodymyr Zelensky telah mengusung rencana ke depan.

Baca juga: Proyek Rel Kereta Api Batal, Begini Nasib Pelajar yang Dikirim ke Rusia untuk Belajar Perkeretaapian

Baca juga: Rusia Mundur dari Proyek Rel Kereta Api di PPU, Tak Ada Kaitan dengan Konflik

Baca juga: Blak-blakan dengan Erdogan, Vladimir Putin Beber 2 Syarat Rusia Hentikan Perang di Ukraina

Dikutip dari TribunWow.com, awalnya Zelensky menyampaikan Ukraina saat ini tidak memiliki pilihan lain selain berperang.

"Kita tidak pernah menginginkan perang ini, tetapi perang ini telah dibawa kepada kami," ujar Zelensky.

"Kita tidak pernah ingin membunuh siapapun tetapi kita harus melawan balik untuk mengusir musuh keluar dari tanah dan kehidupan kita," sambungnya.

Zelensky turut membahas bahwa dia telah berbicara bersama Perdana Menteri Inggris Bors Johnson, Presiden Polandia, Kepala Pemerintahan Italia, dan Presiden Perancis.

"Jika situasi semakin memburuk maka sanksi baru perlu diberlakukan untuk membawa perdamaian," kata Zelensky.

Zelensky juga menegaskan perlu dilakukan embargo terhadap minyak dari Rusia.

"Kita harus melawan kejahatan yang ingin menghancurkan kemanusiaan," kata dia.

Seorang pria berjalan di depan sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak dalam perang di kota Chernihiv pada 4 Maret 2022. Empat puluh tujuh orang tewas pada 3 Maret ketika pasukan Rusia menyerang daerah pemukiman, termasuk sekolah dan gedung apartemen bertingkat tinggi, di kota Chernihiv di Ukraina utara.
Seorang pria berjalan di depan sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak dalam perang di kota Chernihiv pada 4 Maret 2022. Empat puluh tujuh orang tewas pada 3 Maret ketika pasukan Rusia menyerang daerah pemukiman, termasuk sekolah dan gedung apartemen bertingkat tinggi, di kota Chernihiv di Ukraina utara. (Dimitar DILKOFF / AFP)

Baca juga: Rencana Tak Biasa Ukraina Andai Presidennya Tewas, Langsung Menyerah Lawan Rusia?

Selanjutnya, Zelensky membahas bahwa pemerintah Ukraina saat ini tengah membuat sebuah rencana apa saja yang harus dilakukan setelah menang melawan Rusia nanti.

"Ada banyak orang di Ukraina yang mampu berperang demi negara, kemerdekaan, dan bendara nasional kita," kata Zelensky.

Berdasarkan info dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sejak konflik dimulai pada 24 Februari 2022 lalu, total ada 364 warga sipil yang tewas di Ukraina, dan 759 orang lainnya luka-luka.

Info terbaru, pada Senin (7/3/2022) pemerintah Rusia dan Ukraina diketahui telah kembali menyepakati adanya gencatan senjata sementara untuk membiarkan warga sipil keluar dari zona konflik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved