Berita Internasional Terkini

Rencana Putin Sudah Gagal? Dokumen Rahasia Bocor, Terkuak Target Waktu & Tujuan Serangan ke Ukraina

Dokumen rahasia milik Rusia bocor gara-gara tentara panik, terkuak target waktu dan tujuan sebenarnya erangan ke Ukraina.

Editor: Doan Pardede
IST
Dokumen yang diunggah ke Facebook oleh kementerian Pertahanan Ukraina diklaim menunjukkan rencana serangan Rusia ke Ukraina yang akan berlangsung 15 hari. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dokumen rahasia milik Rusia bocor gara-gara tentara panik, terkuak target waktu dan tujuan sebenarnya erangan ke Ukraina.

Angkatan bersenjata Ukraina diklaim sudah menyita rencana pertempuran rahasia yang ditinggalkan oleh tentara Rusia.

Hal ini diklaim oleh Kementerian Pertahanan Ukraina.

Melansir Kompas.com, dokumen tersebut diunggah ke Facebook oleh Kementerian Pertahanan Ukraina.

Baca juga: Blak-blakan dengan Erdogan, Vladimir Putin Beber 2 Syarat Rusia Hentikan Perang di Ukraina

Baca juga: Rencana Tak Biasa Ukraina Andai Presidennya Tewas, Langsung Menyerah Lawan Rusia?

Baca juga: Tak Gentar Diblokir Facebook & Twitter, Rusia Justru Balas Dendam juga Blokir Balik Media Sosial Ini

Dokumen menunjukkan rencana serangan Rusia ke Ukraina yang direncanakan berlangsung 15 hari.

Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan isi dokumen itu tunjukkan rencana perang salah satu unit kelompok taktis batalyon Brigade Infanteri Angkatan Laut Pengawal Terpisah ke-810 dari Armada Laut Hitam Rusia.

Disebut juga peta invasi Rusia, tabel tanda panggilan serta daftar personel ada di dalam dokumen.

Kementerian Pertahanan mengunggahnya ke Facebook mengikuti pengungkapan serupa di situs media sosial oleh Operasi Pasukan Gabungan Ukraina.

“Berkat tindakan sukses salah satu unit Angkatan Bersenjata Ukraina, Rusia tidak hanya kehilangan peralatan dan pasukan,” kata Kementerian Pertahanan.

"Dalam serangan panik, mereka meninggalkan dokumen rahasia."

Dokumen diklaim Kementerian Pertahanan menyebut jika Rusia setuju menyerang Ukraina pada 18 Januari.

Operasi dimaksudkan berlangsung 15 hari dari 20 Februari sampai 6 Maret, seperti disampaikan kementerian berdasarkan tinjauan dokumen.

Berita ini didapat dari Insider dan sampai sekarang Insider belum dapat memverifikasi kesimpulan ini secara independen.

Dokumen yang diunggah salah satunya tampak bertanggal 18 Januari, satu bulan sebelum serangan Rusia dimulai.

Dokumen perencanaan tanda panggilan lainnya untuk unit yang berbeda bertanggal 20 Februari sampai 6 Maret, dengan perubahan nama kode harian untuk instruksi berbeda dari Rusia, dan untuk saling menghubungi tanpa ungkapkan identitas mereka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved