Selasa, 28 April 2026

Berita Nasional Terkini

Tak Hanya Formula E, Jakpro Banjir Tawaran Even Balap Internasional di Sirkuit Ancol

Tak hanya Formula E, Jakpro banjir tawaran even balap internasional di Sirkuit Ancol

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Gelaran balap mobil listrik Formula E, belum digelar.

Meski demikian, Jakpro sudah kebanjiran tawaran untuk menggelar even balap internasional lainnya di Sirkuit Ancol.

Diketahui, saat ini Jakpro sedang membangun Sirkuit untuk Formula E di Ancol.

Sekadar informasi, ajang balap Formula E merupakan program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dilansir dari Kompas.com, Direktur Utama PT Jakarta Propetindo atau Jakpro Widi Manasto mengatakan, pihak Formula E Operation menawarkan empat perlombaan setelah Formula E.

Namun, Widi tidak menjelaskan lebih spesifik soal empat ajang yang disebut berskala internasional.

Baca juga: Anies Baswedan Bisa Dalam Masalah? Pengamat Bongkar Potensi Celah Korupsi Formula E

"Itu baru ditawarkan oleh mereka.

Belum kita setujui, FEO-nya tawarkan empat lagi ke kita setelah Formula E," kata Widi, di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Minggu (6/3/2022).

Widi mengatakan, sirkuit Formula E, yang termasuk kategori street circuit, bersifat permanen.

Sehingga sirkuit bisa digunakan kembali setelah ajang Formula E.

"Meskipun dibikin permanen juga.

Ini kita DNA-nya adalah street circuit," ujar dia.

Baca juga: Merupakan Area Pembuangan Lumpur, Kontraktor Akui Kesulitan Bangun Sirkuit Formula E di Jakarta

Adapun pembangunan sirkuit Formula E sudah masuk tahap pengaspalan.

Pembangunan sirkuit dijadwalkan selama selama 54 hari dan ditargetkan tuntas pada April.

Saat ini, progres pembangunan sirkuit Formula E sudah mencapai 52 persen.

Adapun anggaran pembangunan sirkuit membengkak Rp 10 miliar.

Awalnya, nilai tender pembuatan trek senilai Rp 50 miliar.
Namun, anggaran tersebut bertambah menjadi Rp 60 miliar.

Baca juga: Firli Bahuri Ditantang Bongkar Korupsi Formula E, Commitment Fee & Lelang Sirkuit

Hal ini diungkapkan penanggung jawab proyek sirkuit Formula E dari PT Jaya Konstruksi Ari Wibowo, di kawasan Ancol, Minggu (6/3/2022).

"Kalau di tahap ini Rp 60 miliar ya. Tapi saya tidak boleh masuk keseluruhan anggaran penyelenggaraan event, untuk sirkuit Rp 60 miliar," ucapnya.

Ia mengatakan, pembengkakan anggaran terjadi karena ada pekerjaan tambahan untuk pengerasan tanah.

Sebab, beberapa sudut trek dahulunya merupakan lahan bekas pembuangan lumpur.

"Ada pekerjaan yang bisa dilihat.

Ada yang seen (terlihat) dan ada yang unseen (tidak terlihat).

Baca juga: Anies Baswedan Bisa Dalam Masalah, KPK Didesak Usut Potensi Korupsi di Formula E

Misalnya di dalam tanah ini ada tanah lunak berapa meter, lunaknya seperti apa, itu kan unseen," ujarnya.

Pengerjaan konstruksi di tanah lunak ini pun disebutnya menjadi prioritas untuk memastikan lintasan balap kokoh dan tetap memenuhi standar.

"Untuk melakukan penyelidikan atas sesuatu yang unseen itu, waktunya tidak sebentar.

Mungkin bisa enam bulan untuk melakukan penyelidikan," kata dia.

Diketahui, dalam rincian dokumen lelang pembangunan sirkuit Formula E dijabarkan, nilai hasil perhitungan sendiri (HPS) pembangunan sirkuit mencapai Rp 50 miliar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved