Berita Internasional Terkini
Tak Peduli Ancaman Nuklir Rusia, Zelensky Minta Biden Turunkan No Fly Zone di Langit Ukraina
Memasuki hari ke duabelas konflik Rusia dan Ukraina, presiden Zelensky minta Amerika dan NATO untuk turunkan larangan terbang di langit Ukraina.
TRIBUNKALTIM.CO - Memasuki hari ke duabelas konflik Rusia dan Ukraina, presiden Zelensky minta Amerika dan NATO untuk turunkan larangan terbang di langit Ukraina.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyebutkan bahwa Rusia dan Vladimir Putin tidak akan berhenti setelah menaklukan negaranya.
"Hari ini perang ada di sini, besok akan di Lithuania, lalu di Polandia, lalu di Jerman" ujar Zelensky.
Hal itu disampaikan oleh Zelensky dalam video yang disiarkan di saluran televisi Amerika Serikat.
Baca juga: Selain Amerika Serikat, Ini Daftar Negara yang Dirilis Rusia Jadi Musuhnya, Inggris hingga Korsel
Dalam siaran itu, Zelensky meminta Amerika dan membantu melindungi Ukraina dari serangan Rusia.
Bantuan yang diharapkan Zelensky adalah untuk Amerika dan NATO menurunkan Zona Larangan Terbang atau No Fly Zone
Dan, dalam sebuah wawancara dari istana dengan ABC News, Zelensky sekali lagi mengimbau Amerika Serikat untuk menegakkan zona larangan terbang atau No Fly Zone.
Dia berbicara dengan Joe Biden pada Sabtu malam selama 40 menit, dan menekankan masalah ini dengan pemimpin AS.
Baca juga: HARAPAN UKRAINA Soal Dapat Jet Tempur Pupus, Amerika tak Berkutik, Polandia Ketakutan Diancam Rusia
Langkah seperti itu akan membuat jet tempur dari Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya berpatroli di ruang udara di atas Ukraina.
Dengan begitu, jet tempur Amerika Serikat dan aliansi NATO lainnya akan enembak jatuh setiap ada jet Rusia yang datang.
Namun hal itu masih tidak dikabulkan oleh pihak NATO dan juga Amerika.
Pasalnya, penegakan larangan terbang akan membuat barat dan NATO berperang langsung dengan Rusia.
Baca juga: NEWS VIDEO Presiden Ukraina Berpidato di Kantornya untuk Pertama Kali sejak Serangan Rusia
Hal itu dihindari oleh NATO dan Amerika karena sangat efektif untuk memcu perang dunia ketiga.
Apalagi setelah ultimatum Putin dan adanya ancaman serangan Nuklir yang akan dilancarkan Rusia.
Namun presiden berusia 44 tahun itu bersikeras bahwa itulah cara terbaik untuk Amerika membantu mereka.