Berita Internasional Terkini
Selain Amerika Serikat, Ini Daftar Negara yang Dirilis Rusia Jadi 'Musuhnya', Inggris hingga Korsel
Selain Amerika Serikat, Rusia juga merilis daftar negara yang menjadi 'musuhnya' atau tidak bersahabat dengannya, ada Inggris hingga Korea Selatan.
TRIBUNKALTIM.CO - Selain Amerika Serikat, Rusia juga merilis daftar negara yang menjadi 'musuhnya' atau tidak bersahabat dengannya, ada Inggris hingga Korea Selatan.
Perang Rusia - Ukraina masih terus berlanjut.
Belum ada tanda-tanda perang akan berakhir.
Bahkan Rusia kini merilis daftar negara yang diklaim menjadi "musuhnya".
Daftar negara ini disampaikan oleh kantor berita Rusia, TASS pada Senin (7/3/2022).
Baca juga: HARAPAN UKRAINA Soal Dapat Jet Tempur Pupus, Amerika tak Berkutik, Polandia Ketakutan Diancam Rusia
Baca juga: Mengaku Tidak Pernah Ingin Perang dengan Rusia, Inilah Rencana Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Diberitakan TASS, pemerintah Rusia menyetujui daftar negara dan wilayah yang 'tidak bersahabat' dengannya.
Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin juga telah menandatangani persetujuan daftar ini.
Hal itu lantaran negara dan wilayah tersebut memberlakukan atau bergabung memberikan sanksi kepada Rusia setelah dimulainya invasi di Ukraina.
Daftar negara tersebut di antaranya Amerika Serikat, Kanada, dan negara bagian Uni Eropa, dan Inggris, termasuk wilayah Jersey, Anguilla, Kepulauan Virgin Britania Raya, dan Gibraltar.
Ada juga Ukraina, Montenegro, Swiss, Albania, Andorra, Islandia, Liechtenstein, Monako, Norwegia, San Marino, Makedonia Utara, dan juga Jepang.
Korea Selatan, Australia, Mikronesia, Selandia Baru, Singapura, dan Taiwan juga termasuk dalam daftar tersebut.
Keputusan tersebut disusun berdasarkan Keputusan Presiden Rusia 5 Maret 2022 Tentang Tata Cara Sementara Pemenuhan Kewajiban Beberapa Kreditur Asing.
Dari keputusan ini, pemerintah Rusia mengimbau warga negara dan perusahaan Rusia yang memiliki kewajiban membayar valuta asing kepada kreditur asing dari daftar negara tersebut, dapat membayarnya dalam mata uang Rusia, rubel.
Untuk melakukan itu, debitur dapat meminta bank Rusia untuk membuat akun rubel khusus atas nama kreditur asing dan memasukkan pembayaran dalam rubel yang setara dengan kurs Bank Sentral pada hari pembayaran.
Baca juga: Rencana Putin Sudah Gagal? Dokumen Rahasia Bocor, Terkuak Target Waktu & Tujuan Serangan ke Ukraina
Namun, prosedur sementara yang baru berlaku untuk pembayaran yang melebihi 10 juta rubel per bulan (atau jumlah yang sama dalam mata uang asing).