Kebakaran di Balikpapan
Nyaris Dibakar Api Gegara Pintu Terkunci, Lansia di Balikpapan 'Diselamatkan' Sehelai Kain Putih
Usianya memasuki senja, tapi semangatnya untuk hidup terbilang tinggi. Di tengah kondisi yang menjepitnya, ia nekat untuk tak patah arang.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Usianya memasuki senja, tapi semangatnya untuk hidup terbilang tinggi. Di tengah kondisi yang menjepitnya, ia nekat untuk tak patah arang.
Namanya, Ujang (60). Pria lansia warga Muara Rapak, Balikpapan Utara ini merupakan salah satu korban kebakaran di kawasan Jalan Soekarno Hatta RT 13, Balikpapan Utara, Selasa (8/3/2022) kemarin.
Sesaat kejadian itu berlangsung, dirinya tengah tertidur. Beruntung, tidur pulasnya tergugah oleh teriakan histeris dari tetangga. Jika tidak, maka bisa dipastikan dirinya tidak akan selamat.
Pasalnya, kobaran api sangat cepat menyambar. Melalap tiap-tiap bangunan yang ada di hadapannya. Setidaknya, melansir dari BPBD Balikpapan, ada 4 unit rumah toko ludes akibat insiden tersebut.
Pria dengan gaya rambut berkuncir kuda itu mengaku panik. Ia menyaksikan bagaimana ganasnya si jago merah melumat bangunan yang ia huni.
Baca juga: Kebakaran di Balikpapan, Seorang Korban Jiwa Berhasil Diidentifikasi, 3 Lainnya Tunggu Hasil
Baca juga: Kebakaran di RT 13 Muara Rapak Balikpapan, Menelan Empat Korban Jiwa
Baca juga: Kebakaran di RT 13 Muara Rapak Balikpapan, Korban Ditemukan dalam Puing-puing Bangunan
Ditambah sengatan hawa panas yang menjalar ke sekujur tubuhnya. Ujang lantas bergegas menyelamatkan diri. Mencoba melihat di tengah kepulan asap yang mengurangi jarak pandang. Ujang mencari-cari pintu yang bisa menjadi jalan keluar.
Tapi nahas, setelah melewati dengan susah payah, pintu yang ia sambangi ternyata terkunci. Paniknya berlipat. Dengan irama nafas yang memburu, ia mencoba-coba untuk mencari-cari kunci pintu.
"Saya sudah cari-cari kunci. Tapi nggak dapat," sebut Ujang. Ia dipaksa berpikir cepat. Hidupnya bergantung dari ketangkasannya. Ia mendadak dikejar waktu.
Cepat dan tepat, menjadi satu-satunya prinsip yang mutlak dilakoni Ujang. Salah keputusan, bukan tak mungkin nyawanya melayang dilalap api.
Putus harapan dengan mencari kunci, Ujang lantas melarikan diri ke sisi belakang rumah. Berharap ada pintu yang menjadi penyelamatnya. Namun sayangnya, ia tak diizinkan untuk itu. Pasalnya, pintu belakang rupanya juga terkunci.
Baca juga: Satu Korban Kebakaran di Balikpapan Sempat Berupaya Selamatkan Diri, Sisanya Diduga Masih Tidur
Merasa tak mungkin jika harus mencari kunci lagi, Ia kemudian sigap kembali ke sisi depan rumah. Dirinya mencoba peruntungan dengan mendobrak pintu depan. Kondisi kian mendesak Ujang. Betapa tidak, kondisi depan rumah sudah terlanjur dilibas api.
"Lari ke depan, api sudah besar," kenangnya.
Akhirnya, dirinya memutuskan kembali ke sisi belakang rumah. Mencoba mendinginkan tubuh dengan masuk ke kamar mandi. Bahkan ia sempat berendam di bak kamar mandi.
Perasaan pesimis kini ikut menyengat ubun-ubunnya. Dirinya hanya bisa melihat dari ventilasi kamar mandi, para petugas pemadam tengah bertarung melawan api.
Sementara si jago merah, tidak juga menunjukkan gejala akan mengalah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ujang-selamat-dari-ancaman-jago-merah.jpg)