Kebakaran di Balikpapan
Nyaris Dibakar Api Gegara Pintu Terkunci, Lansia di Balikpapan 'Diselamatkan' Sehelai Kain Putih
Usianya memasuki senja, tapi semangatnya untuk hidup terbilang tinggi. Di tengah kondisi yang menjepitnya, ia nekat untuk tak patah arang.
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Mathias Masan Ola
Melihat pemandangan itu, secara tiba-tiba, optimis untuk hidup mulai menjadi sokongan semangat. Ujang kemudian mencoba mengeluarkan tangannya melalui ventilasi dan melambaikan tangannya. Harapannya, tentu lambaian tangannya akan dilihat petugas.
Baca juga: Aksi Heroik Susilo Selamatkan Korban Kebakaran di Muara Rapak Balikpapan, Sayangnya Satu Tertinggal
Tapi itu tak membuahkan hasil. Tak patah arang, ia mencoba melihat sekeliling kamar mandi, dan mendapati sehelai kain yang ada di kamar mandi. Tanpa pikir panjang, ia menggunakan kain tersebut untuk mencoba memanggil petugas.
Dengan tangan kanannya, ia mengeluarkan kain putih itu dengan melambai. Ujang mengulang kembali, tangannya bergerak seperti mengayunkan bendera putih tanda telah menyerah.
Tak lupa juga, dia berteriak minta tolong. Sekuat tenaga yang tersisa, ia berharap agar teriakannya didengar. "Ngawe-ngawe (melambaikan tangan) sama pemadam dari angin-angin kamar mandi pakai kain. Sampai dua kali, baru dilihat," sebut Ujang.
Akhirnya petugas pun melihat. Ujang sendiri pun tak sempat melihat jam soal kapan ia kemudian berhasil merebut perhatian petugas. "Akhirnya disemprot sama petugas sampai padam. Baru saya bisa keluar," kata Ujang.
Kendati begitu, ujiannya tak ikut padam. Begitu ia membuka pintu kamar mandi, rumah di tingkat di bawahnya, rupanya masih dilalap api.
Baca juga: Kebakaran di Balikpapan Telan Korban Jiwa, 3 Jasad Berhasil Dievakuasi, Satu Sedang Dalam Pencarian
"Terus bisa keluar pas sudah nggak ada api. Tapi di bawah saya masih ada api," ucap Ujang sambil bergidik.
Tapi kondisinya berbeda, saat itu ia mendapat uluran tangan petugas. Sehingga tidak sesulit saat ia berjuang sendiri untuk melepaskan diri dari kobaran api.
Saat ditemui TribunKaltim, Rabu (9/3/2022), dirinya masih mengenakan baju yang melekat saat dirinya terjebak kobaran api. Demikian menjadi kenangan bagi Ujang, tentang jarak antara ia dan maut yang hanya setipis kulit bawang.
"Beruntung masih bisa selamat. Betul-betul jadi ingatan lah, nggak bisa dilupakan ini," tukas Ujang. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ujang-selamat-dari-ancaman-jago-merah.jpg)