Berita Internasional Terkini
Daftar Tentara Bayaran yang Terlibat Perang Rusia vs Ukraina, Grup Legendaris Wagner Turun Gunung
Salah satunya kelompok tentara bayaran dari berbagai negara yang juga terlibat langsung di medan perang Rusia vs Ukraina
Para pejuang ini pernah pergi berperang di bawah panji-panji Asosiasi Al-Bustan dan Pasukan Pertahanan Nasional (NDF).
Sayap militer Asosiasi Al-Bustan adalah milik sepupu ibu Presiden Suriah Bashar al-Assad, Rami Makhlouf, tetapi kemudian dibubarkan dan diambil alih oleh Damaskus.
Sementara itu, NDF didirikan bersama dengan Iran pada tahun 2012. NDF telah kehilangan daya tarik di medan perang setelah intervensi Rusia di Suriah pada tahun 2015.
Baca juga: Gegara Dendam Lama, Jepang Berpotensi Memulai Perang Nuklir dengan Rusia, Ukraina yang Diuntungkan
5. Grup Wagner
Kelompok Wagner dituding diam-diam bekerja untuk pemerintah Rusia untuk melakukan operasi tempur di berbagai belahan dunia.
Mereka pernah hadir di Libya saat sedang berperang saudara, serta di Suriah, Mozambik, Mali, Sudan, dan Republik Afrika Tengah.
Dari Oktober 2015 hingga setidaknya 2018, Wagner bertempur dengan militer Rusia dan rezim Bashar al-Assad di Suriah.
Dalam beberapa pekan terakhir, sekitar 300 operator Rusia dari Wagner tiba di daerah kantong separatis Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur dengan mengenakan pakaian sipil, menurut pejabat Uni Eropa yang dikutip oleh New York Times.
Meskipun tidak jelas apa tujuan mereka di wilayah tersebut, paramiliter Wagner, yang sebagian besar terdiri dari mantan tentara Rusia, diduga semakin terlibat dalam beberapa konflik paling berdarah di dunia yang menjadi kepentingan Rusia.
Baca juga: Rusia Jatuhkan Bom di Rumah Sakit Anak Ukraina, Vladimir Putin Dituduh Lakukan Genosida
Grup Wagner diyakini dimiliki oleh Yevgeny Prigozhin (kanan), seorang oligarki Rusia yang memiliki hubungan dekat dengan Kremlin.
Ia juga dikenal sebagai "juru masak Putin" karena restoran dan perusahaan katering miliknya telah menyelenggarakan pesta makan malam mewah untuk elite politik negara itu.
“Pemerintah Rusia telah menemukan Wagner dan perusahaan militer swasta lainnya berguna sebagai cara untuk memperluas pengaruhnya di luar negeri tanpa visibilitas dan campur tangan pasukan militer negara,” demikian bunyi laporan di situs web Center for Strategic and International Studies, sebuah think tank yang berbasis di Washington.
New York Post menyebutkan, meskipun tentara bayaran dilarang di bawah KUHP Rusia, perusahaan yang dikelola negara diizinkan menggunakan tentara swasta untuk keamanan mereka.
Ada beberapa unit keamanan seperti itu yang beroperasi di negara itu, dengan Grup Wagner di antara yang paling menonjol karena keterlibatannya sebelumnya di Ukraina pada 2014, kata para ahli. (*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/perang-ribuan-bulan.jpg)