Minggu, 14 Juni 2026

Berita Nasional Terkini

Melawan, Densus 88 Terpaksa Tembak Mati Terduga Teroris, Benarkah Dokter Idap Stroke?

Alasan Densus 88 tembak mati terduga teroris, ternyata Dokter yang idap stroke

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Tersangka teroris Jamaah Islamiah (JI) bernama Dokter Sunardi yang ditembak mati di Sukoharjo, Jawa Tengah, diduga telah mengalami stroke.

Karena itu, ada pihak yang menduga tersangka tak mungkin melawan petugas.

Dilansir dari Tribunnews.com, menanggapi hal itu, Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyampaikan bahwa tersangka Sunardi tak melakukan perlawanan dengan fisiknya.

Menurut Aswin, tersangka melawan dengan menabrakan kendaraannya ke arah petugas yang akan menangkapnya.

Baca juga: Fakta Terduga Teroris di Sukoharjo Tewas Ditembak Densus 88, Keluarga akan Lakukan Upaya Hukum

Hal inilah yang membuat petugas memutuskan melakukan penindakan tegas.

"Tersangka melakukan perlawanan bukan dengan fisiknya, tetapi dengan menabrakkan kendaraannya kepada petugas," ujar Aswin saat dikonfirmasi, Jumat (11/3/2022).

Aswin menuturkan perlawanan tersangka juga sejatinya disaksikan oleh sejumlah warga yang akan menghentikan kendaraannya.

Bahkan, Dokter Sunardi juga menabrakkan kendaraannya kepada pengguna jalan lainnya.

"(Tersangka menabrak) kendaraan yang menghentikannya dan beberapa kendaraan masyarakat yang berada di jalan tersebut," jelas dia.

Baca juga: Densus 88 Bakal Bikin Heboh? Tangkap yang Sering Tampil di TV, Pengamat Prediksi Oposisi & PA 212

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan penembakan terhadap tersangka teroris merupakan upaya terakhir yang dilakukan oleh petugas di lapangan.

"Prinsipnya penegakan hukum adalah upaya akhir ketika upaya-upaya preventif sudah dilakukan oleh petugas di lapangan. Dan mereka dibekalin diskresi yang bisa menilai situasi di lapangan," ungkap Dedi.

Menurutnya, petugas bisa menentukan apakah tersangka yang melakukan perlawanan bisa dilakukan tindakan tegas.

Adapun hal ini pun telah diatur sesuai dengan aturan yang berlaku.

Baca juga: Bukan Hanya Jokowi, Terduga Teroris Ini Juga Bertemu Anies Baswedan Sebelum Dibekuk Densus 88

"Apabila membahayakan maka dapat dilakukan tindakan untuk melumpuhkan.

Sesuai perkap 1 dan 8 2009 serta secara universal petugas polisi di dunia melakukan hal tersebut.

Apabila ada pelanggaran yang dilakukan anggota Propam akan menindak," pungkasnya.

Sekadar informasi, penangkapan Sunardi yang merupakan tersangka teroris Jamaah Islamiah (JI) di Sukoharjo, Jawa Tengah, sempat menjadi sorotan.

Pasalnya, pelaku yang merupakan seorang dokter di lembaga kemanusiaan diduga mengalami stroke sejak lama.

Baca juga: Mahfud MD Kaget Densus 88 Tangkap Pengurus MUI, Terlibat Terorisme, Respon Masyarakat Berlebihan

Penyakit yang diderita Sunardi inilah yang mengundang spekulasi bahwa tersangka tak mungkin melakukan perlawanan.

"Fakta....almarhum Sunardi sdh menderita Stroke lama, butuh tongkat utk aktivitas
Layakkan beliau dibunuh spt itu ?
Kami mengutuk kalian yg jika mmg telah sengaja membunuh seorang pejuang kemanusiaan yg baik. @PBIDI ,mengapa bungkam? #PrayForDokterSunardi," seperti dilihat Tribunnews pada Jumat (11/3/2022). (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
Live
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved