Berita Berau Terkini
Bahasa Daerah Berau Mulok Sulit Terwujud Karena Terkendala SDM Pendidik
Kabupaten Berau belum memiliki bahasa daerah yang wajib menjadi pelajaran peserta didik
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
“Nanti si penulis buku bisa melihat kurikulum tersebut terkait apa yang dipelajari dari kelas 1-6 SD. Jadi lebih mudah. Karena memang idealnya punya bukunya dulu. Jadi, waktu tidak habis untuk menulis di papan tulis,” imbuhnya.
“Saya belum tahu persis apakah Bahasa Banua memiliki tulisannya sendiri. Itu yang perlu diperdalam lagi,” tambahnya.
Solusi sementara, disepakati Bahasa Banua akan digunakan semua guru sebagai bahasa pengantar di dalam kelas sebelum memulai pelajaran.
Harapannya bisa digunakan sebagai pengenalan dan pancingan awal kepada semua siswa agar mengerti bahasa daerah Kabupaten Berau.
“Kalau bahasa pengantar semua guru insyaallah bisa belajar. Karena hanya digunakan sebagai sapaan saja,” ucapnya.
Baca juga: Polres Berau Awasi Marak Penjualan Minyak Goreng Melebihi HET di Medsos
Lanjutnya, jangan sampai nanti murid semakin asing dan justru tidak paham dengan bahasa daerahnya. Termasuk yang datang dari luar daerah mereka harus mengikuti harus belajar juga.
“Yang penting kan dibiasakan dulu,” ujarnya.
Suardi menambahkan, pihaknya pernah mengetahui bahwa sempat ada kamus Bahasa Banua yang dibuat oleh salah satu guru asli suku Berau. Tetapi, keberadaan kamus tersebut saat ini belum diketahui.
“Seharusnya kamus itu memang diperbanyak. Itukan salah satu yang tak kalah penting,” bebernya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-bupati-berau-memberikan-penghargaan-kepada-para-pengajar-di-kabupaten-berau.jpg)