Breaking News

Ibu Kota Negara

Ali Mochtar Ngabalin dan Rombongan Datang ke Kantor Gubernur Kaltim, Bahas IKN Nusantara

Sejumlah Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI datang ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda, Kamis (24/3/2022) membahas Ibu Kota Negara

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Pj Sekdaprov Kaltim Riza Indra Riadi saat rapat bersama di Lantai 2 ruang Teratai kantor Gubernur Kaltim bersama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Joko Widodo.Ā TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sejumlah Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI datang ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda, Kamis (24/3/2022) membahas Ibu Kota Negara (IKN).

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI yaitu Ali Mochtar Ngabalin, Ade Irfan Pulungan, Wandi N Tuturoong, Heri Septiyanto, Usep Septiawan dan Ngatoilah Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden RI.

Serta ada Staf Presiden RI LSPR Communication and Business Institute, Doni Adhitia.

Rombongan diterima pejabat di lingkup Provinsi Kaltim, Pj Sekdaprov Kaltim Riza Indra Riadi, Kadis PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda.

Serta perwakilan DPRD Kaltim, Bappeda Kaltim, Kanwil ATR/BPN Kaltim, Danrem, Dandim dan Kapolresta Samarinda.

Baca juga: UPDATE Petisi Tolak Pemindahan IKN, Tenaga Ahli Utama KSP Buka Suara, Nama PBNU ikut Disebut

Baca juga: Pakai Sarung, Giring Datangi IKN Nusantara, Janji Duluan Bangun Kantor untuk Tangkal Intoleransi

Baca juga: Ali Mochtar Ngabalin Beber Detik-detik Penangkapan Menteri Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta

Ali Mochtar Ngabalin saat menyampaikan maksud kedatangan seluruh tenaga ahli ditugaskan untuk turun ke Benua Etam untuk mendengar langsung dari Pemerintah Provinsi dan masyarakat kebawah.

"Kita ketahui bahwa kemarin Presiden baru saja berkemah di lokasi IKN dan pembangunan IKN adalah rencana besar grand design oleh Bung Karno namun baru sekarang dapat di realisasikan oleh Presiden Jokowi," jelas Ali Mochtar Ngabalin, Kamis (24/3/2022).

Meski kunjungan Presiden telah usai beberapa waktu lalu, namun masih ada rangkaian yang tersisa.

Sehingga pihaknya sebagai tenaga ahli utama kantor staf Presiden melakukan komunikasi.

"Untuk merekam dan mencatat masukan dari masyarakat terkait atas hak-hak tanah masyarakat dan tanah adat yang belum terdata," tegasnya.

Baca juga: IKN Nusantara di Kaltim, Jokowi Sebut Alam Indonesia jadi Modal Kembangkan Energi Hijau 

Sementara itu, Wandi N Tuturoong menyampaikan terkait kepentingan adat di IKN Nusantara, pihaknya merasa belum memiliki pengetahuan cukup.

Karenanya adanya dialog dengan mendatangi semua pemangku kepentingan baik ke tokoh adat dan masyarakat dirasanya penting.

"Presiden Jokowi telah menemui perwakilan dari PUPR dan Kepala Otorita IKN, persiapan IKN di Pemprov Kaltim adalah etalase yang menjadi percontohan bagi daerah serta negara pada khususnya dalam menghadapi perubahan iklim tahun 2050," ungkapnya.

Usep Septiawan juga menambahkan, setelah kurang lebih beberapa jam membahas terkait IKN Nusantara dia menemukan masih terdapat problem di IKN.

"Sosialisasi yang dinilai kurang, keluhan dari masyarakat masalah pematokan batas tanah, warga masyarakat mengeluh pelarangan hak jual beli tanah di sekitar IKN. Serta adanya klaim historis oleh masyarakat adat sekitar IKN," pungkasnya.

Baca juga: Kemenkeu akan Kucurkan Rp 46 T ke PUPR untuk IKN, Apa Saja yang Akan Dibangun Duluan di Kaltim?

Pj Sekdaprov Kaltim Riza Indra Riadi juga mengungkapkan bahwa persoalan terkait lahan juga telah disampaikan.

"Kunjungan rombongan tenaga ahli Presiden untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan persiapan pemindahan Ibu Kota Negara ke Provinsi Kaltim dalam hal mencakup lahan dan informasi yang ada," bebernya.

Provinsi Kaltim sebagai lokasi baru pemindahan IKN, diharap Riza menerima dan memberi dampak positif secara keseluruhan dalam struktur sumber daya manusia serta ekonomi masyarakat khusunya Kaltim.

"Kunjungan Pak Ngabalin dan stafnya diharap juga bisa bersama-sama membangun sinergi. Pada dasarnya masyarakat Kaltim mendukung 100 persen pembangunan IKN namun diharapkan dalam prosesnya tidak hanya diambil alih oleh pusat melainkan melibatkan masyarakat Kaltim dari tingkat elit sampai masyarakat ke bawah dan bermanfaat bagi kota-kota penyangganya," harap Riza. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved