Ekonomi dan Bisnis
Kaltim Tawarkan Malaysia Bangun Pabrik Minyak Goreng dan Hilirisasi Batu Bara
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ( Pemprov Kaltim) baru-baru ini bertemu perwakilan rombongan menteri serta mantan menteri dari Malaysia
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ( Pemprov Kaltim) baru-baru ini bertemu perwakilan rombongan menteri serta mantan menteri dari Malaysia.
Mereka ini tengah menjajaki investasi di Benua Etam, julukan Provinsi Kalimantan Timur.
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi sendiri menawarkan pihak Negeri Jiran untuk mau berinvestasi serta membangun hilirisasi di sektor Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena dari data Dinas Perkebunan Kaltim sendiri selama 2021 CPO berproduksi hingga 3,72 juta ton.
Baca juga: 4 Kategori Sayembara IKN Nusantara, Istana Wapres Sampai Bangunan Peribadatan
Baca juga: IKN Nusantara Jadikan Indonesia di Jalur Perdagangan Dunia, Aliran Investasi dan Inovasi Teknologi
Baca juga: Ekonomi Hijau jadi Solusi dari Sistem Eksploitatif yang Cenderung Merusak Lingkungan
Sementara untuk TBS (Tandan Buah Segar) sekitar 17,13 juta ton.
Tahun 2020 produksi sawit yang dihasilkan mencapai 17,72 juta ton, angka ini setara dengan 3,8 juta ton CPO.
Belum lagi melihat di tahun 2020, ada 1,37 juta hektar areal perkebunan kelapa sawit milik rakyat dan 14.402 hektar diantaranya dikawal perusahaan negara atau BUMN.
Sedangkan untuk luas perkebunan kelapa sawit yang dimiliki Perkebunan Besar Swasta seluas 986,662 hektar.
Baca juga: Tindak Tambang Ilegal di Tahura Kaltim, Upaya Mengamankan Hutan Sekitar Kawasan Ibu Kota Negara
"Kita tawarkan kalau mereka mau membangun hilirisasi sektor CPO dan Batu Bara. Kalau mau membangun itu silakan," tutur Wagub Hadi Mulyadi kepada TribunKaltim.co pada Selasa (29/3/2022).
Tentunya hilirisasi dibutuhkan, juga melihat fenomena terkini, dimana masyarakat juga sangat menginginkan minyak goreng agar mudah didapatkan.
Ada kemungkinan, bahwa pabrik minyak goreng dibangun di Bumi Mulawarman dengan kerja sama investasi dari Malaysia.
"Ya kita kan produk CPO besar, sementara produk minyak sawitnya masih sedikit. Iya kita tawarkan (bangun pabrik minyak goreng)," terang Hadi Mulyadi.
Baca juga: Ibu Kota Negara Pindah ke Kaltim, Efek Bagi Jakarta Kemacetan akan Berkurang
"Kita kan baru punya dua, Kota Balikpapan dan Bontang, itu pun masih dalam bentuk curah kan. Packingnya kan dibawa keluar Kalimantan juga (di Jawa)," imbuhnya.
Hadi Mulyadi juga tidak menampik bahwa kebutuhan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara juga ditawarkan untuk sektor infrastruktur yang tengah dibangun pemerintah pusat.
"Sebenarnya yang kita perlukan sekarang ini kan infrastruktur terkait dengan IKN Nusantara. Bendungan, jalan, air dan energi," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ikn-di-kaltim-bangun-pabrik.jpg)