Ibu Kota Negara

Menteri LHK Sebut Ada Flora Fauna yang Perlu Dilindungi di Kawasan IKN, tapi Tidak Ada Orangutan

Menteri LHK sebut ada flora dan fauna yang perlu dilindungi di kawasan Ibu Kota Negara ( IKN ). Tapi, Siti Nurbaya mengatakan tidak ada orangutan

Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar. Menteri LHK sebut ada flora dan fauna yang perlu dilindungi di kawasan Ibu Kota Negara ( IKN ). Tapi, Siti Nurbaya mengatakan tidak ada orangutan. 

"Jadi tanamannya endemik yang mampu menarik hewan untuk masuk, burung-burung untuk masuk, kupu-kupu untuk masuk," pungkasnya.

Menyadur informasi dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatan (KLHK) pada Minggu (27/03/2022), pemerintah bersama para akademisi telah mengunjungi TH2TI.

Salah satu titik TH2TI yang ditinjau berada di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel.

Area seluas 86,85 hektar ini dibagi menjadi empat blok.

Di mana tanaman inti di Blok I yaitu pohon rimba campuran dan HHBK, Blok II pohon Ulin, Blok III pohon Meranti, dan Blok IV pohon Mahoni.

Saat ini, areal tersebut telah didominasi oleh tanaman sengon dan jabon sebagai peneduh tanaman inti.

"Dari saya pertama ke sini pada tahun 2015 itu merupakan areal terbuka dan gersang. Kemajuan kawasan ini sudah dapat terlihat, dimana pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Proses seperti ini juga dipelajari secara akademik tentang Aforestasi," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya.

TH2TI ini menjadi salah satu referensi dalam upaya untuk mengembalikan hutan hujan tropis di Indonesia, khususnya yang akan diterapkan di IKN.

Sebagaimana arahan Presiden Jokow, IKN Nusantara harus dibangun sejalan dengan memperbaiki lingkungannya.

"Oleh karena hutannya (di IKN) monokultur, jadi kami akan menjadikannya kembali menjadi hutan alam dengan tanaman endemik," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA) Naresworo Nugroho menambahkan, perkembangan hutan hujan tropis TH2TI bisa dipelajari untuk nanti bisa diterapkan di IKN.

"Hutan hujan tropis di IKN nanti terdiri dari spesies endemik yang kalau bisa 50 persen dari Kalimantan, di samping cluster-cluster tanaman lainnya," pungkas pria sekaligus Dekan Fahutan IPB itu.

Baca juga: Warga Resah Gara-gara Patok Penanda Kawasan IKN sudah Dipasang, Janji Kementerian PPN/Bappenas

(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved