Ibu Kota Negara

Menteri LHK Sebut Ada Flora Fauna yang Perlu Dilindungi di Kawasan IKN, tapi Tidak Ada Orangutan

Menteri LHK sebut ada flora dan fauna yang perlu dilindungi di kawasan Ibu Kota Negara ( IKN ). Tapi, Siti Nurbaya mengatakan tidak ada orangutan

Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar. Menteri LHK sebut ada flora dan fauna yang perlu dilindungi di kawasan Ibu Kota Negara ( IKN ). Tapi, Siti Nurbaya mengatakan tidak ada orangutan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( LHK ), Siti Nurbaya Bakar menyebutkan di kawasan Ibu Kota Negara ( IKN ), ada flora dan fauna yang perlu dilindungi

Namun demikian, menurut Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar menyebut tidak ada Orangutan di kawasan IKN

Menurut Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar, di lokasi Ibu Kota Negara ( IKN ) tidak ditemukan adanya orangtuan.

Pernyataan ini disampaikan Siti Nurbaya Bakar lantaran banyaknya kekhawatiran terhadap pembangunan IKN mengganggu satwa dilindungi seperti Orangutan.

Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar menjawab kekhawatiran terhadap Orangutan ini dalam rapat kerja (raker) Komisi IV DPR, Senin (28/3/2022). 

Menurutnya, telah dilakukan survei lapangan di lokasi IKN dan tidak ditemukan ada Orangutan

Sayangnya terkait dengan flora dan fauna yang perlu dilindungi, Siti Nurbaya Bakar tidak menyebutkan detailnya.

Untuk itu melindungi flora dan fauna tersebut, Menteri LHK, Siti Nurbaya menyebut akan dibuka koridor satwa.

Baca juga: Urun Dana IKN Disebut Imbas Salah Kalkulasi, Jubir: Crowdfunding Bukan Prioritas Pembiayaan Non-APBN

"Di IKN ini, dikhawatirkan ada Orangutan di wilayah ini.

Sudah survei lapangan dilakukan, di wilayah IKN ini tidak ada Orangutan," kata Siti Nurbaya Bakar, Menteri LHK seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com

Kendati demikian, pihaknya tetap mencatat adanya flora dan fauna lainnya yang perlu dilindungi agar tidak terganggu pembangunan proyek IKN.

Namun, Siti Nurbaya tak menjabarkan secara detail flora dan fauna apa saja yang ada di wilayah IKN tersebut.

Untuk mencegah terganggunya flora dan fauna, Kementerian LHK disebut akan melakukan koridor satwa.

"Jadi dari hutan ke hutan, itu satwanya tidak terganggu melewati.

Di bagian utara dan koridor selatan, ini sudah diidentifikasi dengan baik dan kita kerjakan," jelasnya.

Di sisi lain, Kementerian LHK juga sudah melakukan penanaman di wilayah IKN.

Adapun hal tersebut, imbuh Siti Nurbaya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan IKN harus didahului dengan pemulihan kawasan hutan.

Baca juga: YKAN Ingatkan Pengelolaan Sumber Daya Air di IKN, Singgung DAS Mahakam dan Catatan Banjir di Kaltim

"Bapak presiden perintahkan untuk dilakukan pemulihan hutan besar-besaran di wilayah IKN, caranya kita mulai dengan persemaian Mentawir," ungkap Siti Nurbaya.

Siti Nurbaya melanjutkan, pihaknya telah menyiapkan 121 hektar untuk persemaian Mentawir.

Adapun 32,5 hektar di antaranya untuk sarana persemaian dengan produksi mencapai 15-20 juta bibit tanaman.

Terkait penanaman, kata Siti Nurbaya, sudah dimulai dan ditandai dengan penanaman bibit tanaman endemik oleh gubernur-gubernur bersama Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kawasan yang ditanami oleh gubernur dan presiden itu bahkan disebut akan menjadi semacam kebun raya.

"Ini simboliknya, tapi nanti akan ada semacam kebun raya atau arborea atau apapun namanya, tapi itu belum diputuskan," ucapnya.

Rehabilitas Hutan di IKN

Untuk rencana rehabilitasi hutan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, salah satu yang menjadi referensi adalah Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Baca juga: Isi Judicial Review UU IKN, Ada Pasal yang Bertentangan dengan UUD, Permintaan Hakim MK

Rehabilitias hutan di IKN Nusantara ini diperlukan mengingat salah satu konsep perkotaan yang akan diterapkan di IKN Nusantara ialah Forest City atau Kota Hutan.

Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) pernah mengatakan pembangunan IKN di Kalimantan Timur (Kaltim) akan diawali dengan merehabilitasi hutan yang ada di sekitar kawasan.

"Konsep IKN ini adalah Kota Hutan. Hutan akan dibiarkan hijau seperti ini.

Tapi ini yang ada di IKN adalah hutan tanaman industri yang monokultur, homogen tanamannya, setiap tujuh tahun ditebang," ujar Jokowi dalam unggahan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (15/03/2022), seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com

Untuk itu, pemerintah akan merehabilitasi hutan di kawasan IKN Nusantara agar tanamannya tidak monokultur dan mengembalikan fungsinya menjadi hutan tropis.

"Jadi tanamannya endemik yang mampu menarik hewan untuk masuk, burung-burung untuk masuk, kupu-kupu untuk masuk," pungkasnya.

Menyadur informasi dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatan (KLHK) pada Minggu (27/03/2022), pemerintah bersama para akademisi telah mengunjungi TH2TI.

Salah satu titik TH2TI yang ditinjau berada di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel.

Area seluas 86,85 hektar ini dibagi menjadi empat blok.

Di mana tanaman inti di Blok I yaitu pohon rimba campuran dan HHBK, Blok II pohon Ulin, Blok III pohon Meranti, dan Blok IV pohon Mahoni.

Saat ini, areal tersebut telah didominasi oleh tanaman sengon dan jabon sebagai peneduh tanaman inti.

"Dari saya pertama ke sini pada tahun 2015 itu merupakan areal terbuka dan gersang. Kemajuan kawasan ini sudah dapat terlihat, dimana pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Proses seperti ini juga dipelajari secara akademik tentang Aforestasi," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya.

TH2TI ini menjadi salah satu referensi dalam upaya untuk mengembalikan hutan hujan tropis di Indonesia, khususnya yang akan diterapkan di IKN.

Sebagaimana arahan Presiden Jokow, IKN Nusantara harus dibangun sejalan dengan memperbaiki lingkungannya.

"Oleh karena hutannya (di IKN) monokultur, jadi kami akan menjadikannya kembali menjadi hutan alam dengan tanaman endemik," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA) Naresworo Nugroho menambahkan, perkembangan hutan hujan tropis TH2TI bisa dipelajari untuk nanti bisa diterapkan di IKN.

"Hutan hujan tropis di IKN nanti terdiri dari spesies endemik yang kalau bisa 50 persen dari Kalimantan, di samping cluster-cluster tanaman lainnya," pungkas pria sekaligus Dekan Fahutan IPB itu.

Baca juga: Warga Resah Gara-gara Patok Penanda Kawasan IKN sudah Dipasang, Janji Kementerian PPN/Bappenas

(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved