Selasa, 14 April 2026

Berita Bontang Terkini

Diskop Bontang Tunda Ambil Alih Lapak Kosong di Pasar Tamrin, Begini Alasannya

Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Bontang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar menarik kembali pernyataan sebelumnya terkait rencana

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), Andi Parenrengi, menyatakan, UPT pesimis bisa menyelesaikan segedung persoalan yang terjadi di Pasar Taman Rawa indah atau Pasar Tamrin, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (30/3/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Bontang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar menarik kembali pernyataan sebelumnya terkait rencana mengambil alih lapak pedagang yang kosong.

Bahkan pihak UPT pesimis bisa menyelesaikan segedung persoalan yang terjadi di Pasar Taman Rawa indah atau Pasar Tamrin, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Seperti misalnya masalah skema pengaturan lapak yang keliru hingga soal sepinya pengunjung pasar.

Kepala UPT Pasar, Andi Parenrengi menjelaskan, pengambil alihan lapak yang kosong itu ditakutkan justru akan menimbulkan masalah baru.

Baca juga: Kondisi Stok Sembako di Pasar Tamrin Bontang, Kapolres Sidak Jelang Ramadhan 2022

Baca juga: 254 Lapak Diambil Alih, Diskop UKMP Buka Peluang Pedagang Isi Kios Kosong di Pasar Tamrin Bontang

Baca juga: Pemindahan Sementara 30 Pedagang di Basement Pasar Tamrin Bontang Terancam Batal

Sebab banyak data pemilik lapak kini berganti kepemilikan. Terlebih diketahui, ada transaksi jual lapak yang sebenarnya menyalahi aturan pemerintah daerah.

“Belum bisa kami ambil alih, karena pemiliknya sudah ganti. Karena ada Penjual itu beli sama pemilik lama. Otomatis kalau diambil bisa rugi yang beli,” kata Andi Parenrengi saat dikonfirmasi TribunKaltim.co, Rabu (30/3/2022).

Selain itu, untuk rencana penataan skema lapak juga dalam waktu dekat ini belum bisa dilakukan. Sebab data lapak belum seluruhnya terdata, lantaran jenis dagangan milik pedagang banyak yang kini telah diubah.

“Belum tahu kapan. Kami masih perlu pendataan. Lagian belum bisa kita jamin, kalau penataan ulang lapak itu jadi solusi pasar bisa kembali ramai,” tuturnya.

Baca juga: Sulit Habiskan Stok Lama, Pedagang di Pasar Tamrin Bontang Masih Jual Minyak Goreng Harga Mahal

Menurutnya, sepinya pasar ini bukan hanya persoalan penataan lapak yang keliru. Tetapi ada beberapa faktor lain.

Misalnya daya beli masyarakat yang menurun akibat dampak ekonomi yang carutmarut imbas dari pandemi Covid-19.

Belum lagi, market alternatif yang kini mulai banyak yang buka di beberapa tempat.

Sepi karena masyarakat banyak belanja online. Belum lagi banyak yang pilih belanja di supermarket.

Baca juga: Cabai di Pasar Tamrin Bontang Merangkak Naik, Satu Kilogram Rp 70 Ribu

"Banyak juga penjual sayur segar dengan kemasan medern yang mulai buka di luar,” tuturnya.

Penataan lapak rencananya akan dilakukan setelah menghadirkan fasilitas lift di pasar. Sebab ada rencana bantuan pengadaan fasilitas lift dari instansi lain.

Jika kehadiran lift itu ternyata tidak memiliki pengaruh besar dengan tingkat pengunjung pasar, maka penataan ulang lapak baru bisa akan dilakukan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved