Ibu Kota Negara

Efek Ibu Kota Nusantara, Pengembangan Kawasan Industri Buluminung Perlu jadi Atensi

Pengambangan kawasan industri Buluminung harus tetap menjadi salah satu atensi seiring pindahnya Ibu Kota Negara dari Jakarta

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Anggota Komisi II DPRD PPU, Syarifuddin HR tekankan pemerintah daerah harusnya memiliki lahan 100 hektar di kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk pengembangan industri, Rabu (30/3/2022) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pengambangan kawasan industri Buluminung harus tetap menjadi salah satu atensi seiring pindahnya Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur.

Anggota Komisi II DPRD PPU, Syarifuddin HR mengatakan, pengembangan kawasan tersebut tak bisa lepas dari perhatian pemerintah pusat, termasuk dalam hal pembiayaan.

"Kalau masalah pelabuhan kepinginannya nanti pelabuhan itu menjadi pelabuhan besar apalagi nanti jadi Ibu Kota Negara," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Rabu (30/3/2022).

Tentu yang menjadi titik penting, perlunya atensi terhadap industri Buluminung Penajam Paser Utara adalah sektor pelabuhan.

Baca juga: DPRD Penajam Paser Utara Minta Plt Bupati Kembalikan Pengelolaan Pelabuhan Buluminung ke UPT Dishub

Baca juga: Dukung IKN Nusantara di Kaltim, Ormas Dayak Seluruh Kalimantan Buat Petisi Berisi 9 Poin

Baca juga: Pelayanan Publik di Jakarta akan Sama meski Ibu Kota Negara Dipindah ke Kalimantan Timur

Dikatakan Syarifuddin HR, pelabuhan tersebut harusnya memiliki standar internasional, apalagi daerah PPU menjadi bagian dari Ibu Kota Negara yang bernama IKN Nusantara.

"Kawasan industri juga, nanti ada tanggung jawab pemerintah pusat disitu, ada kewajiban membiayai sehingga menjadi pelabuhan besar atau pelabuhan internasional, berharap seperti itu," terangnya.

Dikatakan juga, bahwa jika pengembangan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah, maka akan kewalahan terutama dalam kondisi defisit anggaran.

"Harus ada tanggung jawab pemerintah pusat untuk menganggarkan itu, kalau membangun untuk sisi daratnya saja kita kewalahan, apalagi membangun sisi laut juga, ditambah kondisi seperti ini," sambungnya.

Baca juga: Bertemu Presiden Jokowi, Kepala Otorita IKN Jelaskan 3 Aspek Penting Bangun Ibu Kota Nusantara

Upaya yang bisa dilakukan Pemkab Penajam Paser Utara, yaitu menggaet investor, agar mau berinvestasi di wilayah Industri Buluminung tersebut.

"Seiring penetapan Ibu Kota Negara, kawasan industri Bulu Minung sebagai daerah industri, bersamaan dengan kawasan industri Kariangau," paparnya.

Diketahui, luasan kawasan industri Buluminung yang dimiliki Pemkab PPU, sekitar 70 hektar.

Presiden Joko Widodo dikawal Paspampres dan rombongan saat melalui jalan di kawasan IKN Nusantara menuju titik nol. Beberapa jalan di kawasan IKN Nusantara nantinya akan beralih dari status Provinsi menjadi Jalan Nasional.
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Presiden Joko Widodo dikawal Paspampres dan rombongan saat melalui jalan di kawasan IKN Nusantara menuju titik nol di Sepaku, Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada 14 Maret 2022 pagi.  (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Harusnya, untuk memaksimalkan pengembangannya, diterangkan Syarifuddin HR pemkab perlu 100 hektar lahan.

"Nanti investor seperti apa, apakah beli lahan pemerintah, atau sewa kavling dalam waktu tertentu," ujarnya.

Baca juga: Disambangi Menteri Malaysia, Kadin Beber Balikpapan Area Menarik Penyangga Ibu Kota Nusantara

Hal yang penting menguntungkan buat daerah tidak ada masalah mau dikongsi atau apa bagaimanapun skemanya. 

"Apalagi harga tanah semakin turun. Harus kita punya kawasan minima 100 hektar untuk industri," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved