Berita Internasional Terkini
Update Perang Rusia vs Ukraina: Pertempuran Makin Sengit, Dukungan ke Vladimir Putin Meningkat
Sejumlah kejadian terjadi pada perang hari ini da tak ada tanda-tanda perang akan segera berakhir. Bahkan, perang semakin sengit dan memanas
TRIBUNKALTIM.CO - Perang Rusia vs Ukraina memasuki hari ke-37, Jumat (1/4/2022) hari ini.
Sejumlah kejadian terjadi pada perang hari ini da tak ada tanda-tanda perang akan segera berakhir.
Bahkan, perang semakin sengit dan memanas.
Dimana, Ukraina melakukan serangan balik ke Rusia.
Hal ini membuat perang dengan jangka waktu yang panjang bisa saja terjadi.
Sejak perang dimulai pada 24 Februari lalu, berbagai kejadian dan kebijakan terjadi, misalnya, Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengancam Eropa untuk membayar gas dengan Rubel mulai 1 April ini atau pasokan gas dari Moskwa bakal dihentikan.
Baca juga: NEWS VIDEO Ratusan Tentara Rusia Dikabarkan Membelot ke Ukraina untuk Melawan Vladimir Putin
Baca juga: Ukraina Serang Balik Rusia, Gudang Senjata Pasukan Putin Hancur Lebur Diterjang Rudal Balistik
Baca juga: NEWS VIDEO Putin Sarankan Pasukan Ukraina Menyerah Jika Ingin Penembakan di Mariupol Dihentikan
Ada juga kabar mengenai Vladimir Putin yang disesatkan penasihatnya sendiri yang terlalu takut ungkapkan buruknya perang di Ukraina.
Berikut ini sejumlah kejadian yang terjadi pada hari ke-37 perang Rusia vs Ukraina, dilansir dari Kompas.com:
Biden: Putin mungkin terisolasi
Dilansir dari AFP, Presiden AS Joe Biden pada Kamis, mengatakan bahwa Vladimir Putin mungkin "terisolasi" dan dapat menempatkan beberapa penasihatnya di bawah "tahanan rumah".
Dalam pidato publik pertamanya tentang penilaian Barat tentang ketegangan di internal Kremlin atas perang di Ukraina, Biden juga mengatakan dia "skeptis" tentang klaim Moskwa untuk mengurangi serangan gencarnya di beberapa bagian negara itu.
NATO: Pasukan Rusia persiapkan serangan ke Donbass
NATO tidak melihat mundurnya pasukan Rusia di Ukraina dan memprediksi adanya tindakan ofensif tambahan, kepala aliansi Jens Stoltenberg memperingatkan.
Baca juga: Tak Jadi Gabung NATO, Zelensky Sebut Ukraina akan Jadi Negara Netral, Setujui Permintaan Rusia
"Unit-unit Rusia tidak mundur tetapi memposisikan ulang. Rusia sedang mencoba untuk berkumpul kembali, memasok, dan memperkuat serangannya di wilayah Donbas di Ukraina timur,” katanya.
Menurut dia, Rusia masih akan mempertahankan tekanan pada Kyiv dan kota-kota lain di Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/putinnn.jpg)