Selasa, 28 April 2026

Berita Internasional Terkini

Update Perang Rusia vs Ukraina: Pertempuran Makin Sengit, Dukungan ke Vladimir Putin Meningkat

Sejumlah kejadian terjadi pada perang hari ini da tak ada tanda-tanda perang akan segera berakhir. Bahkan, perang semakin sengit dan memanas

history
Vladimir Putin, Presiden Rusia. Update Perang Rusia vs Ukraina: Pertempuran Makin Sengit, Dukungan ke Vladimir Putin Meningkat. 

Insiden itu terjadi di ibu kota administratif wilayah Belgorod, yang terletak sekitar 35 km di timur laut perbatasan Ukraina.

Diberitakan Russia Today (RT), foto dan video kobaran api mulai beredar di dunia maya sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat.

Menurut Kepala Daerah Belgorod, Vyacheslav Gladkov, menyebut dua karyawan di fasilitas depot minyak itu terluka, tetapi luka mereka tidak mengancam jiwa.

“Layanan darurat ada di tempat kejadian. Kami akan mengetahui penyebab kejadiannya nanti,” kata Gladkov dalam sebuah pernyataan di Telegram.

Dia mengumumkan bahwa penduduk dari tiga jalan terdekat sedang dievakuasi ketika petugas pemadam kebakaran sedang berjuang untuk memadamkan api.

Gladkov kemudian mengeklaim bahwa terminal penyimpanan minyak itu dihantam oleh dua helikopter militer Ukraina yang telah memasuki wilayah Rusia saat terbang di ketinggian rendah.

Baca juga: Babak Baru Perang Rusia vs Ukraina, Vladimir Putin & Volodymyr Zelensky Bakal Saling Berhadapan

Detail pasti dari insiden itu belum diklarifikasi.

Awal pekan ini diketahui sebuah gudang amunisi di desa terdekat Krasny Oktyabr diguncang oleh beberapa ledakan, yang tidak menimbulkan korban sipil, tetapi dilaporkan melukai empat prajurit Rusia.

Sementara beberapa media Ukraina menegklaim gudang itu dihantam oleh rudal, pihak berwenang Rusia menepis tuduhan itu.

Rusia menyalahkan insiden yang terjadi pada Selasa (29/3/2022) malam waktu setempat, pada kemungkinan human error.

Namun, penyebab pasti ledakan masih belum diketahui.

Rentetan insiden di wilayah perbatasan barat itu terjadi saat Rusia melanjutkan operasi militernya di Ukraina.

Moskwa mengirim pasukan ke Ukraina pada akhir Februari.

Rusia menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Kyiv menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali dua republik Donbass dengan paksa. (*)

Berita Internasional Terkini

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved