Breaking News:

Ramadhan

Warga Muslim Berau Harus Taat Protokol Kesehatan Saat Salat Tarawih

Jamaah saat shalat terawih kini tidak mengatur jarak seketat seperti dua tahun lalu, di masa pandemi Covid-19

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
HO/BPBD Berau
Suasana taraweh di Masjid Agung Baitul Hikmah pada malam ke dua di bulan Suci Ramadhan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Jamaah saat shalat terawih kini tidak mengatur jarak seketat seperti dua tahun lalu, di masa pandemi Covid-19 atau Virus Corona di Berau.

Kendati pandemi Covid-19 masih belum selesai. Tetapi tetap saja, jamaah diminta untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Berau, Nofian Hidayat mengatakan, Kabupaten Berau telah memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.

Sehingga masyarakat muslim di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, bisa melaksanakan ibadah tarawih di masjid.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Berau, Kasus Covid-19 Naik, Tanjung Redeb dan Teluk Bayur Zona Merah

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Berau, Positif Covid-19 Meningkat, Kapolres Usul Efek Jera dan Evaluasi Rutin

Baca juga: Nikita Jalani Puasa Ramadhan dalam Durasi 5-17 Jam di Turki, Lebih Lama dari Waktu Indonesia

Para pengurus masjid, dimintanya untuk bisa menyediakan masker bagi warga yang tidak membawa masker.

Sebagai upaya menjalankan protokol kesehatan.

“Jadi untuk pembatasan tidak ada,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Senin (4/4/2022).

Ia melanjutkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satgas Kecamatan, untuk menjaga prokes di masing-masing masjid di wilayahnya.

Baca juga: Covid-19 Kaltim, 6 Kabupaten-Kota Lepas Zona Merah, Isran Noor: Ramadhan Bisa Beribadah dengan Baik

Dengan tujuannya, tidak menciptakan klaster baru saat pelaksanaan tarawih.

Sistem prokes dalam tarawih menurut Nofian, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, serta membawa sajadah masing-masing.

“Nah untuk jaga jarak memang tidak ada lagi,” bebernya.

ILUSTRASI Sholat Tarawih berjamaah di masjid.
ILUSTRASI Sholat Tarawih berjamaah di masjid. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Selain melakukan prokes saat pelaksanaan ibadah tarawih, kegiatan pasar Ramadan juga akan rutin dipantau pihaknya.

Karena diprediksi akan mengalami peningkatan saat hendak berbuka puasa. Pasalnya, masyarakat nyaris dua tahun tidak ada pasar Ramadhan.

“Perputaran uang dipastikan cepat, selain itu masyarakat juga dipastikan akan ramai di tempat tersebut,” tuturnya.

Baca juga: Puasa Ramadhan 2021 tapi Tidak Salat Tarawih, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam? Dosa atau Tidak

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved