Berita Nasional Terkini

Konflik Rusia dan Ukraina Jadi Alasan Pemerintah Salurkan Bantuan Subsidi Upah

Adanya kenaikan harga-harga komoditas dan energi seperti naiknya minyak goreng dan pertamax, juga memberikan tekanan bagi pemulihan ekonomi nasional

Editor: Samir Paturusi
Instagram kemnaker
Foto Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. Adanya kenaikan harga-harga komoditas dan energi seperti naiknya minyak goreng dan pertamax, juga memberikan tekanan bagi pemulihan ekonomi nasional 

TRIBUNKALTIM.CO- Konflik antara Rusia dan Ukraina serta dinamika politik global telah menekan laju pemulihan ekonomi global serta berimbas pada inflasi global, menjadi salah satu alasan Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menggelontorkan bantuan subsidi upah (BSU) kepada karyawan/buruh di tahun 2022 ini.

Disamping itu, adanya kenaikan harga-harga komoditas dan energi seperti naiknya minyak goreng dan pertamax, juga memberikan tekanan bagi pemulihan ekonomi nasional.

Bukan hanya itu, seperti diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia memang mengalami penurunan yang cukup siginifikan.

Meski begitu, dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 ini masih cukup terasa.

Hal itu dipandang akan berpengaruh pada kondisi ketenagakerjaan Indonesia sehingga pemerintah memutuskan untuk memberikan bantuan subsidi gaji bagi pekerja/buruh.

Baca juga: Pemerintah Kembali Cairkan BSU pada Tahun Ini, Ada 8,8 Juta Pekerja yang Menjadi Target Penerima

Baca juga: Sekjen PBB Desak Rusia Akhiri Perang Absurd dengan Ukraina: Perang Ini Tak Bisa Dimenangkan

Baca juga: Kabar Gembira! Cek Bantuan BPJS Ketenagakerjaan dengan KTP, Login bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id

"Oleh karena itu, tujuan dari BSU ini selain melindungi dan mempertahankan kemampuan ekonomi pekerja/buruh, juga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mengungkit pertumbuhan ekonomi," kata Menaker melalui Siaran Pers di laman Kemnaker, Rabu (6/4/2022).

Seperti diketahui, dalam dua tahun terakhir pemerintah juga menggelontorkan BSU bagi para pekerja.

Pada 2020 lalu, BSU difokuskan pada pekerja/buruh yang memiliki upah di bawah Rp5 juta.

Sedangkan pada 2021, BSU menyasar pekerja/buruh yang terdampak kebijakan PPKM level 3 dan 4, serta memiliki upah di bawah Rp3,5 juta.

Pada 2022 ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp8,8 triliun untuk program BSU ini.

Setiap pekerja yang memenuhi kriteria, nantinya akan mendapat bantuan senilai Rp1 juta.

Sementara untuk kriterianya, sementara didesain untuk pekerja/buruh yang memiliki upah di bawah Rp 3,5 juta.

Basis data penerima BSU juga masih menggunakan data pekerja/buruh peserta BPJS Kenagakerjaan.

"Pemerintah mengalokasikan anggaran BSU 2022 sebesar Rp8,8 triliun dengan alokasi bantuan per penerima sebesar Rp1 juta. Adapun rincian terhadap kriteria dan mekanisme BSU 2022 ini sedang digodok oleh Kementerian Ketenagakerjaan," jelasnya.

Baca juga: INFO Penerima BLT BPJS Burekol, Login bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id, BSU Tahun 2021 Berakhir

Saat ini, Kemnaker masih mempersiapakan seluruh instrumen kebijakan pelaksanaan BSU 2022.

Kemnaker terus berkoordinasi bersama BPJS Ketenagakerjaan dan dengan pihak Himbara selaku Bank Penyalur. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Alasan Pemerintah Kembali Salurkan BSU Rp1 Juta Meski Kasus Covid-19 Menurun, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/04/06/alasan-pemerintah-kembali-salurkan-bsu-rp1-juta-meski-kasus-covid-19-menurun?page=all.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved