Berita Nasional Terkini

Keturunan PKI Boleh Daftar TNI, Salim Said: Keputusan Panglima TNI Tidak Salah, yang Salah Waktunya

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), Prof Salim Said memberikan tanggapan terkait keputusan Andika Perkasa

Penulis: Justina | Editor: Justina
YouTube Karni Ilyas Club
Prof Salim Said saat menjadi bintang tamu di Karni Ilyas Club. 

TRIBUNKALTIM.CO - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), Prof Salim Said memberikan tanggapan terkait keputusan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Untuk diketahui, Andika Perkasa baru saja mengumumkan penghapusan larangan bagi anggota keluarga PKI menjadi anggota Tentara NasioanaI Indonesia (TNI).

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penerimaan prajurit TNI (Akademi TNI, PA PK TNI, Bintara TNI, dan Tamtama TNI).

Adanya keputusan tersebut, akhirnya menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Baca juga: ILC Semalam, Prof Salim Said Ungkap Sosok yang Dorong Joko Widodo Jadi Presiden: Jangan Hina Jokowi

Bukan tanpa sebab, selama ini lembaga TNI dikenal sangat anti terhadap hal yang berhubungan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menanggapai hal ini, saat menjadi bintang tamu di acara Karni Ilyas Club,  Salim Said mengatakan bahwa ia belum pernah melihat peraturan tertulis dan hukum tertulis terhadap larangan dalam mencegah keturunan PKI untuk mendaftar masuk menjadi anggota TNI.

Baca juga: Gebrakan Jenderal Andika Perkasa, Perbolehkan Keturunan PKI Daftar TNI, Hingga Hapus Tes Keperawanan

Sehingga, ia menilai bahwa sang Panglima TNI memiliki tafsiran tersendiri kalau sudah tiba waktunya keturunan PKI boleh mendaftar menjadi anggota TNI.

"Keputusan Panglima TNI itu saya mengatakan, sebenarnya tidak salah Panglima TNI, mungkin yang salah waktunya," kata kata Salim Said dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (7/4/2022).

Dan ia pun mengimbau ke masyarakat agar tidak terlalu panik dalam keputusan Andika Perkasa.

Apalagi menurutnya, keturunan PKI yang diizinkan mendaftar bukan berarti langsung diterima, tetapi memerlukan seleksi banyak.

Baca juga: HABIS-HABISAN Mahfud MD Bela Panglima TNI Andika Perkasa, Usai Perbolehkan Keturunan PKI Daftar TNI

Walaupun demikian, saat merujuk pada persoalan PKI, Salim Said menyampaikan bahwa ketika ingin mengerti sebuah permasalahan, hal itu harusnya diletakkan dalam perspektif sejarah.

"Dulu begitu alerginya TNI ABRI terhadap PKI, anak-anak PKI pun tidak mungkin masuk menjadi anggota ABRI atau anggota TNI kalau sekarang, itu dulu namanya bersih lingkungan," beber Salim Said .

Bahkan, Salim Said mengatakan kalau kemungkinan masih banyak orang trauma terhadap peristiwa Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) terutama untuk para Perwira Senior.

"Meskipun sudah sangat tua, tapi tetap masih berpikir bahaya PKI," ungkap Salim Said.

Simak video selengkapnya:

(TribunKaltim.co/Justina)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved