Berita Nasional Terkini

Gebrakan Jenderal Andika Perkasa, Perbolehkan Keturunan PKI Daftar TNI, Hingga Hapus Tes Keperawanan

Dalam beberapa hari terakhir, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjadi sorotan. Sejumlah perubahan di tubuh TNI dilakukan Jenderal Andika Perkasa

Tribunnews.com/Jeprima
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Gebrakan Jenderal Andika Perkasa, Perbolehkan Keturunan PKI Daftar TNI, Hingga Hapus Tes Keperawanan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam beberapa hari terakhir, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjadi sorotan.

Sejumlah perubahan di tubuh TNI dilakukan Jenderal Andika Perkasa.

Salah satunya terkait dengan organisasi terlarang di Indonesia, yakni Partai Komunis Indonesia (PKI).

Terobosan yang dilakukan Panglima TNI ini ada kaitannya dengan proses penerimaan prajurit TNI.

Jauh sebelum itu, sejumlah aturan-aturan di tubuh TNI juga dirombak oleh Jenderal Andika Perkasa.

Bahkan, saat masih menjabat KSAD, Jenderal Andika Perkasa telah dikenal sebagai pimpinan yang penuh dengan terobosan baru.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Cabut Larangan Keturunan PKI dan Tes Renang dari Syarat Seleksi Prajurit TNI

Baca juga: Tetap Ditolak MK Walaupun Sempat Memohon, Jenderal Andika Perkasa Tanggalkan Jabatan Panglima TNI

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Murka, Anak Buahnya Jadi Penyebab Penyerangan KKB Papua, 3 Prajurit Tewas

Berikut ini sejumlah terobosan baru yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dilansir dari Kompas.com.

Keturunan PKI Boleh Daftar TNI

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menjadi sorotan lewat kebijakannya terkait persyaratan seleksi penerimaan prajurit perwira karier, bintara karier, dan tamtama karier pada 2022.

Salah satu perubahan dalam alasan mencabut larangan mengikuti seleksi penerimaan prajurit bagi keturunan anggota atau simpatisan PKI.

Alasan yang dikemukakan oleh Jenderal Andika Perkasa adalah tidak ada landasan hukum dalam kebijakan melarang keturunan anggota atau simpatisan PKI mengikuti seleksi penerimaan prajurit TNI.

"Yang lain saya kasih tahu ini, TAP MPRS Nomor 25 tahun 66, satu menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang tidak ada kata-kata underbow segala macam. Menyatakan Komunisme, Leninisme, Marxisme sebagai ajaran terlarang itu isinya,” kata Andika

Baca juga: Kejar KKB Papua, Jenderal Andika Perkasa Kirim 400 Prajurit Rider Khusus & Bangun 2 Pos TNI Baru

“Ini adalah dasar hukum, ini legal ini. Tapi tadi yang dilarang itu PKI, kedua adalah ajaran Komunisme, Marxisme, Leninisme, itu yang tertulis. Keturunan ini melanggar TAP MPR apa?, Dasar hukum apa yang dilanggar sama dia?," ujar Andika.

Andika mengingatkan supaya panitia seleksi tidak keliru dalam memaknai TAP MPRS 25 tahun 1966 tentang tentang pembubaran dan pernyataan PKI sebagai organisasi terlarang di seluruh Indonesia, dan larangan menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunis, Marxisme, Leninisme.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved