Ramadhan

Sidak Pasar Ramadhan, Walikota Rahmad Masud Ambil 16 Sampel Makanan dengan Warna Mencolok

Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Pasar Ramadhan di Balikpapan Permai dan Ruko Bandar.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Walikota Balikpapan Rahmad Masud melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Ramadhan di Balikpapan Permai. Ia mengambil 16 sampel makanan dari sejumlah pedagang. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Pasar Ramadhan di Balikpapan Permai dan Ruko Bandar.

Ia mengambil belasan sampel makanan dari pedagang Pasar Ramadhan untuk dilakukan uji coba terhadap keamanan makanan yang dijual.

Rahmad Masud mengambil 16 sampel jenis makanan yang dianggap memiliki warna mencolok di dua tempat Pasar Ramadhan.

Dari hasil uji cepat yang dilakukan, 16 jenis makanan atau sampel yang diambil secara acak, hasilnya negatif dan memenuhi syarat aman.

"Cek penyajiannya bagus atau tidak apakah bahannya sudah benar. Karena kan ada indikasi menggunakan pewarna, termasuk ikan asin. Supaya masyarakat yang konsumsi aman," katanya, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Astara Hotel Balikpapan Hadirkan Menu Berbuka Puasa Kambing Guling dan Chicken Shawarma

Baca juga: Ngabuburit dan Berbuka Puasa Sambil Sunsetan di Pantai Melawai Balikpapan

Sebagai informasi, agenda inspeksi mendadak dilakukan guna mengecek Pasar Ramadhan. Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang dilakukan setiap tahunnya.

Kegiatan sidak Pasar Ramadan 2022 diikuti dari berbagai unsur pimpinan, mulai dari Pemerintah Kota Balikpapan, Dinas Kesehatan Kota, Dinas Perdagangan, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan, Loka POM Kota Balikpapan, TNI maupun POLRI.

"Kita cek sebagai salah satu persyaratan membuka pasar Ramadhan, terutama yang menyangkut keamanan dan kehalalan makanan," jelasnya.

Selain itu, sidak Pasar Ramadhan juga dilaksanakan untuk memantau jalannya penerapan protokol kesehatan.

Sebab, protokol kesehatan menjadi salah satu syarat yang wajib dipatuhi pihak panitia maupun pedagang di masa pandemi Covid-19.

Rahmad Masud pun memberi masukan agar petugas pasar Ramadhan yang berjaga tak segan menegur apabila tempat melebihi kapasitas.

Baca juga: Tak Ditemukan Zat Bahaya, Loka POM Uji Cepat Makanan di Pasar Ramadhan Balikpapan

Ia pun mengapresiasi prokes yang diterapkan dalam Pasar Ramadhan yakni membatasi pedagang dan pembeli dengan menggunakan plastik pembatas.

"Petugas harus berani menegur, bisa secara bergantian pengunjung masuk agar bisa tetap menjaga jarak. Saya lihat ada plastik pembatas juga, saya kira ini bagus," ucapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved