Berita Kukar Terkini
Pasca Tabrakan Jembatan Martadipura, Camat Kota Bangun Kutai Kartanegara Bentuk Forum, Ini Tujuannya
Tabrakan Jembatan Martadipura di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaen Kutai Kartanegara oleh kapal ponton membuat camat Kota Bangun, Mawardi geram
Penulis: Aris Joni | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Tabrakan Jembatan Martadipura di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaen Kutai Kartanegara oleh kapal ponton membuat camat Kota Bangun, Mawardi geram.
Pasalnya tak hanya sekali, dalam kurun waktu ditahun 2022 ini saja, sudah empat kali jembatan tersebut ditabrak kapal ponton, baik yang bermuaran batu bara maupun bermuatan material besi.
Diketahui, sebuah kapal ponton bermuatan material besi pada Jumat siang (8/4/2022) kemarin menabrak Jembatan Martadipura hingga tersangkut di bawah jembatan.
Insiden tersebut diketahui terjadi sekitar ba'da jumat hingga proses evakuasi selesai pada sore hari.
"Iya tersangkut, jadi sampai sore kemarin dilakukan pemotongan besi yang tersangkut di bawah jembatan," ujar Mawardi. Sabtu (9/4/2022).
Baca juga: Tongkang Tabrak Jembatan Martadipura Kukar, KSOP Samarinda Masih Fokus Evakuasi
Baca juga: Kena Lagi, Ponton Muat Material Konveyor Tabrak Jembatan Martadipura Kota Bangun, Ke-4 Selama 2022
Baca juga: Kecelakaan Kapal di Kukar, Ponton Tabrak Jembatan Martadipura, Camat Mau Buat Forum Warga
Mawardi menyayangkan tidak adanya petugas yang menjaga atau mengawasi yang standby di sekitar jembatan tersebut, terlebih pada kondisi air pasang seperti yang terjadi belakangan ini.
Ditambah dengan masih adanya kapal-kapal yang tidak memperhatikan kapasitas muatannya untuk melintas di bawah jembatan saat musim air pasang tinggi.
"Tidak ada yang awasi di sana, apalagi itu bukan ranah wewenang kami, itu wewenangnya KSOP," ungkapnya.
Dengan adanya beberapa insiden penabrakan jembatan oleh kapal-kapal dan minimnya pengawasan, Camat Kota Bangun, Mawardi berencama akan membentuk forum masyarakat yang nantinya akan mengawasi langsung arus lalulintas perairan di sekitar jembatan.
"Nanti kita bentuk dan rencananya akan melibatkan desa-desa yang ada di sekitar jembatan dulu seperti desa Sebelimbingan, Muhuran dan Liang," tutur Mawardi.
Baca juga: Gundukan Batubara Tabrak Jembatan Martadipura, KSOP Samarinda Minta Perusahaan Perhatikan Muatan
Sementara kata dia, untuk jangka panjangnya dirinya juga akan berkoordinasi guna melibatkan juga beberapa kecamatan sekitar seperti Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang.
"Konsepnya itu nanti forum masyarakat itu yang mengawasi langsung di sekitar jembatan, kemudian berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil serta Dishub untuk pengawasannya dan kalau ada kejadian juga," terangnya.
Mawardi menambahkan, forum masyarakat tersebut dibentuk dengan tujuan agar insiden penabrakan jembatan tidak lagi terjadi berulang-ulang dan juga agar arus lalulintas perairan dapat berjalan dengan lancar.
"Mudahan ke depan gak ada lagi kejadian seperti ini," pungkasnya.(*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.