Ekonomi dan Bisnis

PPATK Ingatkan Uang Investasi Legal Bisa Disamarkan Bentuk Aset Kripto

Pihak PPATK mengingatkan uang investasi legal bisa saja disamarkan ke dalam bentuk aset Kripto

Editor: Budi Susilo
Thinkstockphotos.com
ILUSTRASI Cryptocurrency. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK), Ivan Yustiavandana menyebut aliran uang investasi ilegal ada yang disamarkan dalam bentuk aset kripto. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pihak PPATK mengingatkan uang investasi legal bisa saja disamarkan ke dalam bentuk aset Kripto.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK), Ivan Yustiavandana menyebut aliran uang investasi ilegal ada yang disamarkan dalam bentuk aset kripto.

"Yang terjadi sekarang itu sama sekali tidak ada yang baru yang teman-teman kejar terkait informasi terkait Binomo lari kemana lari ke sini dan robot trading itu dan lain sebagainya itu kan hanya rasanya saja tapi piringnya itu-itu saja TPPU itu mau diputar kasus apapun juga ya begitu-begitu saja."

"Yang membuat komplikasi itu kan kandungannya sekarang kan ada yang menggunakan kripto (untuk penyamaran) dan segala macamnya," ujar Ivan dalam Pers Gathering di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: Vanessa Khong jadi Tersangka: Bingung, Sebenarnya Ini Kasus Apa? Binomo atau Teroris Ya

Baca juga: NEWS VIDEO Ukraina Gunakan Donasi Kripto untuk Memenuhi Persediaan Angkatan Bersenjatanya

Baca juga: PERINGATAN KERAS dari Agensi BTS, HYBE akan Tuntut Mata Uang Kripto ARMY COIN Atas Pelanggaran Ini

Ivan juga membeberkan, bahwa pihaknya sudah melakukan penghentian sementara transaksi yang diduga berasal dari tindak pidana berupa investasi ilegal total sebesar Rp 588 miliar dengan jumlah 345 rekening.

PPATK lanjut Ivan juga terus berkoordinasi dengan Financial Intelligence Unit (FIU) dari berbagai negara.

Jika menemukan kejanggalan, PPATK akan menghentikan sementara transaksi yang diduga dari investasi ilegal tersebut.

Selain itu, PPATK menduga bahwa para pelaku investasi ilegal menggunakan aset kripto sebagai sarana pembayaran fee kepada afiliator.

Baca juga: Blak-blakan, Cupi Cupita Bongkar Alasan Nikahi Duda Kaya, Dapat Rumah, Diajari Investasi Kripto

Menghimpun dana dari investor dengan menggunakan modus seolah-olah investor turut serta dalam penyertaan modal usaha, menggunakan Perusahaan Penyelenggara Transfer Dana (Payment Gateway).

Ivan kembali menyebutkan, pelaku juga diduga menggunakan rekening yang diatasnamakan pada orang lain (nominee) untuk menampung dana yang berasal dari investasi ilegal, dengan nominal hingga triliunan rupiah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved