Berita Kaltim Terkini

Terkait Perkembangan KEK Maloy, Gubernur Kaltim Isran Noor : Saya tak Mau Banyak Komentar Dulu

Dua konsorsium yang menarik diri sahamnya dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Kutai Timur belum diketahui Isran

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Gubernur Kaltim Isran Noor, tak ingin menanggapi terlalu jauh terkait progress di KEK Maloy, sebelumnya dia juga mengatakan tak ingin membebani Perusda, dan "membebaskan" agar melakukan inovasi.TRIBUNKALTIM.CO/ NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dua konsorsium yang menarik diri sahamnya dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Kutai Timur, juga sudah diketahui Gubernur Kaltim Isran Noor.

Mantan Bupati Kutim ini mengatakan, bahwa pemegang saham ingin membangun suatu kawasan sendiri yang menyebabkan tidak sinkronnya dengan pihak Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK MBTK. 

Meski demikian, Isran Noor tidak menampik bahwa perkembangan terkini di KEK Maloy memang sedang mendapat perhatian khusus Dewan Nasional KEK, lantaran belum juga beroperasi sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo 2019 lalu.

Tak ingin menanggapi, Isran Noor hanya mengatakan bahwa nanti akan ada saatnya dirinya berbicara terkait ini.

Baca juga: KEK Maloy Bakal Beroperasi, Pemkab Kutim Siapkan Perjanjian Kerja Sama

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor tak Ingin Batasi Gerak Perusda untuk Tarik Investor ke KEK Maloy

Baca juga: Kaltim Terancam Kehilangan Status Kawasan Ekonomi Khusus, Tio Desak KEK Maloy Cari Investor

"Jangka waktunya sampai Mei kan? (Sebelum status KEK dicabut). Tidak bisa lagi itu, tidak gampang mengundang investor," singkatnya, Jumat (15/4/2022).

Namun, untuk diketahui satu investor yang sudah menanamkan modal di KEK Maloy yakni PT Palma Serasih Internasional (PSI) bakal beroperasi setidaknya sebelum te ggat waktu dari DN KEK. 

Bulking station PT Palma Serasih diperkirakan berjalan setahun sampai 2023, serta akan diteruskan dengan membangun refinery atau pabrik industri minyak goreng (migor) dilokasi ini. 

Ditargetkan, informasi yang didapat media ini dari Pemkab Kutim paling lambat bakal beroperasi dan memanfaatkan KEK Maloy sebelum Mei 2022.

Baca juga: Dua Konsorsium di KEK Maloy Mundur, Calon Investor Harusnya Didesain Matang

"Sebenarnya tidak ada masalah, kalau sudah ada (investor) begitu. (Berarti) Ada unsur-unsur kehidupan kan," tegasnya.

"Saya tidak mau banyak komentar dulu kalau soal itu," seraya menyambung tanggapannya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved