PHKT Dukung Pengembangan Kopi Luwak Kapak Prabu Menuju Proper Emas

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), yang merupakan bagian dari Zona 10 Pertamina Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan mengembangkan kopi

Editor: Diah Anggraeni
HO/PHKT
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur mengembangkan kopi liberika di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program pengembangan kopi liberika ini berhasil menjadi salah satu kandidat Proper Emas. 

TRIBUNKALTIM.CO - PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), yang merupakan bagian dari Zona 10 Pertamina Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan mengembangkan kopi liberika di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Melalui program Kampung Kopi Luwak Desa Prangat Baru (Kapak Prabu), program pengembangan kopi liberika ini berhasil menjadi salah satu kandidat Proper Emas.

Proper merupakan program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sebelum menjadi petani kopi, kegiatan petani di Desa Prangat Baru adalah berkebun karet.

Namun, karena kondisi tanaman karet yang tua, tidak ada peremajaan, dan harga karet yang menurun, akhirnya petani beralih menanam kopi.

Baca juga: Inovasi Sosial dan Lingkungan Menuju Proper Emas 2021, PHKT Lakukan Pembinaan Budi Daya Lalat Hitam 

Kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang pertanian kopi di awal penanaman membuat petani tidak langsung dapat menikmati hasilnya, seperti tata cara penanaman yang benar, kondisi lahan yang kurang subur, dan harga kopi yang anjlok, hingga pada akhirnya mereka tergantung pada tengkulak.

PHKT datang menawarkan pendampingan dan bimbingan dalam usaha kopi melalui program Kampung Kopi.

Sejumlah pelatihan dilakukan, mulai dari tata cara pembibitan, menjaga agar kopi berbuah dengan baik, cara panen yang benar, tata cara pengolahan dan penyajian kopi, hingga membuat kemasan yang menarik.

Kini petani dapat mengelola kebun kopi dengan baik. Khusus untuk menjaga kualitas tanah yang baik, kelompok tani belajar bagaimana menjaga dan menambah kesuburan tanah kebun dengan kompos, yang dibantu oleh Santan Terminal PHKT.

Melalui kegiatan Corporate Social Innovation (CSI) Biogreening, Santan Terminal telah mampu mengolah limbah organik dari mitra perusahaan katering menjadi pupuk kompos Santan Terminal.

Ketua Kelompok Tani Kopi, Rindoni, S.Pd. menyatakan bawah sekarang mereka sadar bahwa kopi juga bisa memberi pendapatan yang cukup besar jika mampu mengelola kebun kopi dari hulu sampai hilir.

"Kami yakin kampung kopi mampu menjadi produsen kopi yang khas Kalimantan, apabila kopi ini di kelola dengan cara yang baik dan benar akan mendatangkan kesehahteraan bagi para petani," kata Rindoni.

Baca juga: PHKT Dukung Vaksinasi Covid-19 RS Tentara Balikpapan & Maxone Hotel, juga Bagi-bagi Paket Ini

Kepala Desa Prangat Baru, Fitriati, A,Md.Keb., menjelaskan bahwa kopi yang ditanam oleh Kelompok Kampung Kopi adalah kopi liberika, yaitu jenis yang jarang dibudidayakan di Indonesia.

"Jika kualitasnya bisa dijaga dengan pengemasan yang baik, maka akan mempunyai potensi besar dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani, hingga dapat menjual kopi Kapak Prabu ke luar daerah," ungkap Fitriati.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved